Kamera 1

Rabu, 26 September 2012

ALLAH ADALAH KASIH

Santo Fransiskus tidak pernah lelah berbicara tentang
kebaikan Allah. Dia tidak pernah berhenti berpikir tentang gelar-gelar
mengagumkan yang diberikan kepadaNya. Bacalah perlahan-lahan kutipan berikut,
yang diambil dari AngTBul XXIII:8-11:
Marilah kita mencintai Tuhan Allah dengan segenap hati,Dengan segenap jiwa,Dengan segenap budi,Dengan penuh kekuatan dan ketabahan,
Den
gan sepenuh daya pengertian dan segenap tenaga,Dengan segala jerih payah dan dengan segenap perasaan,Dengan seluruh sanubari,Dengan sepenuh hasrat dan kemauan;Dia sudah dan masih memberikan kepada kita semua seluruh badan, seluruh jiwa dan
seluruh hidup kita;...
Maka janganlah kita menginginkan dan menghendaki hal lainnya.Janganlah sesuatu yang lain menyenangkan dan menggembirakan kita,Kecuali Pencipta dan Penebus serta Penyelamat kita,Satu-satunya Allah yang benar;Dialah kebaikan yang sempurna, segenap kebaikan, seluruhnya baik,Kebaikan yang benar dan tertinggi;Dialah satu-satunya yang baik,Penyayang, pemurah, manis dan lembut;Dialah satu-satunya yang kudus,Adil, benar, suci dan tulus, satu-satunya yang pemurah,Tak bersalah dan murni....Di mana pun,Di segala tempat,Pada setiap saat dan setiap waktu,Setiap hari dan senantiasa,Hendaklah kita semua mengimani dengan sungguh-sungguhDan dengan rendah hatiMenyimpan dalam hati dan mengasihi,Menghormati, menyembah, mengabdi,Memuji dan memuliakan,Meluhurkan dan menjunjung tinggi,Mengagungkan dan mensyukuri Allah yang kekal,Mahatinggi dan Mahaluhur,Tritunggal dan Keesaan,Bapa, Putra dan Roh Kudus,Pencipta segala sesuatu,Penyelamat semua orang yang menaruh kepercayaan,harapan dan kasih kepadaNya.

Allah adalah Bapa kita yang mencintai
Di atas segala-galanya, Fransiskus memandang Allah sebagai
Bapa yang baik. Di dalam kehidupan sekarang ini, kita boleh melihat Allah
sebagai Bapa yang mengasihi. (Sering dalam buku ini kita menyebut Allah sebgai
Bapa seperti Fransiskus. Itu tidak bermaksud kurang menghargai gambaran keibuan
Allah yang cukup dikenal sekarang ini). Dalam penemuan kembali Fransiskus akan
Kristus dalam injil, dia menemukan bahwa Kristus terus menerus bergantung pada
BapaNya. Kristus melakukan segala sesuatu karena kasihNya kepada BapaNya.
Kristus menjadikan ita saudara dan saudariNya. Dia memberikan kita BapaNya
sendiri. Dialah Bapa yang penuh kasih.

Allah adalah Baik
Kebaikan Allah merangkum prinsip dasariah spiritualitas
fransiskan. Ini merupakan alasan bagi semua kegiatan rohani; jawaban pertama
dan terahir untuk semua masalah. Tentu saja benar bahwa Allah itu mahakuasa,
mahabijaksana, mahatahu. Dialah hakim, pembalas dan penghukum, tetapi
spiritualitas fransiskan memilih untuk menekankan kasih dan kebaikan Allah.
Allah memiliki segala kebaikan, keindahan, kebahagiaan
sejauh akal budi manusia dapat memikirkannya – dan yang melampaui pemikiran
manusia. Allah adalah kebaikan yang tak terbatas, abadi dan tak terkirakan.
Allah adalah kasih yang abadi. Allah menghendaki agar kita mengalami kebaikan
itu.

Apa arti mengasihi itu?
Kita perlu memahami lagi arti kata mengasihi. Mengasihi
adalah sesuatu yang amat bernilai di surga dan di bumi ini. Mengasihi adalah
kodrat Allah dan perintah utama dalam kehidupan manusia. Apakah arti mengasihi?
Definisi-definisi ini sungguh bukan sesuatu yang romantis.
Kita coba merumuskan dengan cara berikut ini: mengasihi seorang adalah menghendaki,
menginginkan apa yang baik bagi orang itu. Kita mengatakan ingin, hendak daripada memberi
karena nyatanya kita tidak mampu memberi kepada seseorang hal yang kita
kehendaki. Seorang ibu tidak dapat memberikan kesehatan kepada anak bayi yang
meninggal; seorang teman tidak dapat memberikan iman kepada yang lain.
Kadang-kadang kita tidak dapat memberi karena kita tidak mempunyai sesuatu
untuk diri kita sendiri. Akan tetapi, dalam semua hal ini orang dapat
mewujudkan kasih yang dalam dan murah hati. Kita ingin agar orang yang kita
cintai memiliki semua hal ini.
Kita selalu tidak dapat memberikan apa yang sepenuhnya
diminta orang. Kita harus melakukan penilaian mengenai apa yang sungguh baik.
Seorang ibu tidak bisa membiarkan anaknya makan es krim setengah galon, kendati
anak itu mau makan seluruhnya. Seorang sahabat tidak dapat membeli kokain bagi
sahabatnya. Akan tetapi, kasih sejati bukanlah kedisplinan dan otoritarian,
atau memaksakan nilai pada orang lain.
Kasih memberi apa yang diperlulkan orang lain: secara fisik,
emosional, rohani dan manusiawi. Mengasihi berarti menjadi penuh perhatian dan
prihatin akan kebutuhan orang lain, menjadi murah hati dan tak mengutamakan
diri sendiri untuk memenuhinya.
Kasih yang paling agung pun mempunyai batas-batas. Dalam
hidup duniawiNya, Kristus tidak dapat berada secara serentak di mana-mana. Dia
hanya dapat berhubungan dengan orang-orang sesuai dengan waktu yang dimilikiNya.
Kita masing-masing memiliki keterbatasan fisik, emosi, intelektual dan
manusiawi. Mencintai bukanlah memaksa diri untuk melayani orang lain setiap
hari, sehingga kehabisan segala-galanya. Kita dibatasi oleh kewajiban yang kita
miliki. Seorang istri tidak dapat menghabiskan seluruh waktunya dengan
memperhatikan orang di jalan karena keluarganya sendiri membutuhkan dia.
Seorang suami tidak dapat membatalkan pekerjaannya hanya karena anaknya mau bermain
dengannya.

Muder Teresa dari Kalkuta
Muder Teresa dari Kalkuta menceritakan bagaimana dia membawa
makanan kepada suatu keluarga yang sedang kelaparan. Ketika dia kembali, Muder
Teresa menanyakan apa yang telah dikerjakannya. Ibu itu minta maaf. Ia telah
memberikan sebagaian dari makanannya kepada keluarga miskin lainnya.
Sementara kita berdiskusi tenang hal mengasihi pada tataran manusiawi,
ada sesuatu yang terlepas dari jangkauan kita. Mengasihi adalah mengambil
bagian dalam hidup Roh Allah. Karena itu, kasih adalah sesuatu yang ilahi,
suatu misteri. Mengasihi menyatakan diri dalam suatu cara nyata yang terpancar,
yang dapat dilihat dan dialami.
Allah tidak dapat diikat oleh batas-batas. Karena itu menginginkan yang baik dalam diri Allah
Trinitas adalah sesuatu yang tak terbatas, total, menyeluruh. Kasih Allah
merupakan aliran tanpa batas, lebih luas dari seluruh alam semesta, mengalir
masuk ke dalam persekutuan yang disebut Bapa, Putra dan Roh Kudus, dan kemudian
mengalir keluar ke seluruh dunia.
Yesus merupakan ungkapan kasih ini, yang mengosongkan diri
dan mengambil rupa tubuh dan roh seperti kita. KasihNya ilahi – Dia memberikan
kita semua yang dimilikiNya, bahkan juga hidupNya sendiri, namun kasihNya
adalah juga manusiawi – Yesus tahu memutuskan apa yang diberi, kapan diberikan,
apa yang tidak dilakukan, apa yang bijaksana kini dan pada masa yang akan
datang. Dia memikirkan apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh orang lain dan
cara terbaik untuk memenuhinya.
Kalau kasih tidak dibungkus oleh kepentingan diri sendiri,
kasih itu menyebar seperti api, menyinarkan terangnya dan menyebarkan
kehangatannya kepada semua orang dan ke segenap penjuru. Semakin kita merasa
bahagia, semakin kita ingn menuturkan kebahagiaan itu kepada orang lain. Allah,
yang adalah kasih itu sendiri, juga ingin membagikan kebaikan dengan manusia.
Allah tidak dipaksa untuk membagikan
kebaikan ini; Allah menghendakinya. Allah mau menjadi bapa kita, memberi kita
hidup abadi, kebahagiaan dan kebaikan.

Anugerah kasih Allah yang terbesar
Anugerah paling besar yang diberikan Allah kepada kita
adalah kehidupan – bukan hanya hidup manusiawi, tetapi kita diperkenankan
mengambil bagian dalam hidup Allah sendiri. Misteri ini disebut rahmat. Rahmat
mempengaruhi kita sampai pada akar terdalam keberadaan kita. Kita adalah
manusia baru seperti saat kita diciptakan untuk pertama kalinya, namum kebaruan
itu bukanlah sesuatu yang ditempatkan pada puncak keberadaan kita. Rahmat itu
membantu kodrat kita, menyerap ke dalam keberadaan kita – jika kita
membiarkannya. Ini berarti bahwa kekuasaan kasih Allah menjadi daya kuasa kita.
Kebijaksanaan dan kebenaran kasih Allah menjadi milik kita. Apa pun yang
diberikan dan diterima, kemurahan hati dan rasa adalah milik kita semua, karena
apa yang ada dalam diri Allah juga ada dalam diri kita, bukan dengan imitasi
dari jauh, tetapi oleh partisipasi dalam hidup Allah sendiri.
Yesus memperlihatkan kepada kita hidup dari rahmat kasih
Allah. Dia memenangkan bagi kita, ciptaanNya yang baru, melalui Roh Kudus
sendiri sehingga kita dapat menghayati hidup Allah dalam rupa manusia, seperti
yang dilakukan Yesus. Allah tidak memberikan kita Yesus hanya di luar diri kita – manusia yang hidup
2000 tahun lalu – malah Kristus yang bangkit di sini, di meja altar. Allah memberikan diriNya kepada kita,
Yesus, Roh KudusNya ke dalam hati kita, ibarat api membakar kayu tidaklah sama
dengan kayu itu.
Kalau kita membiarkannya, dan selaras dengan keterbatasan
manusiawi kita, kita mengalami ciptaan baru dari hakikat keberadaan kita. Tiada
daya lain yang mengubah melampaui daya kasih. Seorang laki-laki atau perempuan
yang mencintai menjadi pribadi yang baru. Begitulah yang terjadi bila kita
membiarkan rahmat kasih Allah itu merasuki seluruh diri kita.

Hati Fransiskan
Kita telah mengatakan bahwa perhatian pertama dari
spiritualitas fransiskan adalah mewujudkan bahwa Allah adalah kasih. Kedua,
Kristus adalah saudara kita dalam kasih Allah, dan kita semua adalah saudara
dan saudari dalam Kristus. Fransiskus menemukan kembali kebenaran utama Injil:
Kristus tidak hanya Allah; Dia adalah manusia. Dia sungguh manusia dengan
badan, pikiran, kehendak, perasaan yang sungguh manusiawi, seperti kita semua,
kecuali dosa dan akibat dari dosa pribadi. Yesus, saudara kita, datang agar
kita dapat memiliki hidup kekal bersama Allah Bapa.
Hidup injili berarti mengasihi seperti Yesus, sebagai
manusia, yang mengenal bahwa kasih Allah mendorong kita dari dalam. Hidup
injili adalah mengasihi orang – bukan orang pada umumnya, tetapi  orang-orang tertentu ini, orang-orang yang
kita jumpai, yang hidup dan bekerja bersama kita, yang mungkin membuat kita
menderita atau mengalami kesulitan, sama juga terhadap orang-orang yang membawa
kita kegembiraan. Ordo Fransiskan Sekular memberikan kepadaku suatu komunitas
orang-orang yang membantu kita untuk menglami dan memberikan kesaksian tentang
kasih Kristus dan Fransiskus.

Allah adalah kasih
Kita tidak boleh melupakan tema utama: Melampaui segala sesuatu, di dalam segala sesuatu,
melalui segala sesuatu, Allah adalah kasih. Puji-pujian yang kita ucapkan
setiap hari ialah, “Terpujilah Engkau ya Allah, sebab Engkau baik”.

Pertanyaan untuk direnungkan
  • Apa arti mengasihi?
  • Apakah Anda melihat bahwa ada misteri yang
    tampak begitu jelas setiap hari?
  • Apakah anugerah Allah terbesar bagimu?

Acuan pada teks kitab suci dan tulisan Fransiskan
-      Luk 7-8: ajaran Kristus dan berbagai reaksi
-      M. Bodo, Fransiskus: Perjalanan dan Impian, hlm 29-37.

Penerapan dalam kehidupan sehari-hari
Apa pikiran Anda tentang mengasihi? Dapatkah Anda menyebut
orang yang menjelaskan kepadamu gagasan tentang mengasihi? Apa makna kasih
kebapaan Allah terhadap hidupmu? Apakah kualitas yang utama dari kasih
kebapaan? Apakah Anda sering berpikir tentang Kristus sebagai saudaramu?
Bagaimana Anda dapat lebih mengasihiNya lagi? Cobalah menyadari dan mengulangi
lebih sering doa ini: Allah adalah kasih,
Allah adalah Bapaku yang penuh kasih. Kristus adalah saudaraku. Aku ingin
mengasihi mereka dan mengembalikan kepada mereka kebaikan.



Doa

(Pujian bagi Allah Yang Mahaluhur)

Engkaulah Tuhan yang Kudus,Allah satu-satunya,yang melakukan keajaiban-keajaibanEngkau kuat,Engkau besar;Engkau Mahaluhur;Engkaulah Raja Yang Mahakuasa,Engkaulah Bapa yang kudus,Raja langit dan bumi.Engkaulah Tuhan yang Tiga dan EsaAllah dari segala allah, Engkau baik,Seluruhnya baik,Paling baik, Tuhan Allah yang hidup dan benar.Engkaulah cintakasihEngkaulah kebijaksanaan,Engkaulah kerendahan,Engkaulah kesabaran,Engkaulah keindahan,Engkaulah kelembutan hati;Engkaulah keamananEngkaulah ketenteramanEngkaulah kegembiraan,Engkaulah pengharapan
dan dukacita kami,
Engkaulah keadilan,Engkaulah keugaharian,Engkaulah segala kekayaan kami yang melimpahEngkaulah keindahanEngkaulah kelembutan hati,Engkaulah pelindung,Engkaulah penjaga dan pembela kamiEngkaulah kekuatanEngkaulah penyegaran.Engkaulah harapan kami,Engkaulah kepercayaan kami.Engkaulah cintakasih kami,Engkaulah seluruh kemanisan kami,Engkaulah hidup kekal kami:Tuhan yang agung,
mengagumkan,
Allah Yang Mahakuasa
Penyelamat yang penuh belaskasihan.
*********************
Renungan pribadi / Jawaban atas pertanyaan
Mengasihi seorang adalah menghendaki, menginginkan apa yang baik bagi orang itu. Kita
mengatakan ingin, hendak daripada memberi karena nyatanya kita tidak mampu
memberi kepada seseorang hal yang kita kehendaki. Seorang ibu tidak dapat
memberikan kesehatan kepada anak bayi yang meninggal; seorang teman tidak dapat
memberikan iman kepada yang lain. Kadang-kadang kita tidak dapat memberi karena
kita tidak mempunyai sesuatu untuk diri kita sendiri. Akan tetapi, dalam semua
hal ini orang dapat mewujudkan kasih yang dalam dan murah hati. Kita ingin agar
orang yang kita cintai memiliki semua hal ini.
Mengasihi adalah mengambil bagian dalam hidup Roh Allah. Karena itu, kasih adalah sesuatu
yang ilahi, suatu misteri. Mengasihi menyatakan diri dalam suatu cara nyata
yang terpancar, yang dapat dilihat dan dialami.
Kasih Allah merupakan aliran tanpa batas, lebih luas dari seluruh alam semesta,
mengalir masuk ke dalam persekutuan yang disebut Bapa, Putra dan Roh Kudus, dan
kemudian mengalir keluar ke seluruh dunia.
Yesus merupakan ungkapan kasih ini, yang mengosongkan diri dan mengambil rupa tubuh
dan roh seperti kita. KasihNya ilahi – Dia memberikan kita semua yang
dimilikiNya, bahkan juga hidupNya sendiri, namun kasihNya adalah juga manusiawi
– Yesus tahu memutuskan apa yang diberi, kapan diberikan, apa yang tidak
dilakukan, apa yang bijaksana kini dan pada masa yang akan datang. Dia
memikirkan apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh orang lain dan cara terbaik
untuk memenuhinya.
Anugerah paling besar yang diberikan Allah kepada kita adalah kehidupan – bukan hanya
hidup manusiawi, tetapi kita diperkenankan mengambil bagian dalam hidup Allah
sendiri. Misteri ini disebut rahmat. Rahmat itu membantu kodrat kita, menyerap
ke dalam keberadaan kita – jika kita membiarkannya. Ini berarti bahwa kekuasaan
kasih Allah menjadi daya kuasa kita. Kebijaksanaan dan kebenaran kasih Allah
menjadi milik kita. Apa pun yang diberikan dan diterima, kemurahan hati dan
rasa adalah milik kita semua, karena apa yang ada dalam diri Allah juga ada
dalam diri kita, bukan dengan imitasi dari jauh, tetapi oleh partisipasi dalam
hidup Allah sendiri.
Yesus memperlihatkan kepada kita hidup dari rahmat kasih Allah. Dia memenangkan bagi
kita, ciptaanNya yang baru, melalui Roh Kudus sendiri sehingga kita dapat
menghayati hidup Allah dalam rupa manusia, seperti yang dilakukan Yesus. Allah
tidak memberikan kita Yesus hanya di luardiri kita – manusia yang hidup 2000 tahun lalu – malah Kristus yang bangkit di sini, di meja altar. Allah memberikan diriNya kepada kita, Yesus, Roh KudusNya ke dalam hati kita, ibarat api
membakar kayu tidaklah sama dengan kayu itu.
Kalau kita membiarkannya, dan selaras dengan keterbatasan manusiawi kita, kita
mengalami ciptaan baru dari hakikat keberadaan kita.
tresitaofs

KRISTUS CIPTAAN AGUNG YANG DIRENCANAKAN DARI KEABADIAN

Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, yang lebih utama dari
segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu
yang ada di surga dan yang ada di bumi…. Dia ada terlebih dahulu dari segala
sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia
(Kol 1:15-17).
Bayangkan Allah yang kekal abadi mampu mengungkapkan seluruh
kasihNya dalam satu karunia tunggal: tak terbatas, kekal abadi, hidup yang
terkatakan dan kasih yang terpusat pada diri seorang pribadi. Karunia itu adalah
Yesus.
Allah mempunyai rencana yang abadi. Rencana itu ialah
berbagi kehidupanNya dengan makhluk yang berakal budi, bebas, mengasihi, yang
diciptakanNya tidak semata-mata sebagai makhluk seperti Allah karena bisa berpikir, mengasihi dan bertindak, tetapi sebagai pribadi-pribadi yang mengasihi dengan daya kasih Allah, mengadili
dengan kebijaksanaan Allah, mencintai tidak hanya dengan hidup manusiawi,
tetapi dengan cara berbagi kehidupan abadi yang dimilikiNya.
Kristus ciptaan utama dari keabadian
Rencana Allah terpusat pada diri Yesus. Yesus merupakan
model sejati semua anak-anak Allah. Allah memandang
Yesus pertama-tama sebagai pusat dari seluruh ciptaan.
Melalui Yesus, hidup abadi hendak diberikan kepada semua
saudara-saudariNya. Dialah sumber, yang melalui Dia hidup abadi tinggal dalam
tubuh jasmani, dan karena itu mengalir kepada setiap makhluk hidup di atas bumi
ini. Segala sesuatu diciptakan untuk Dia, melalui Dia. Dia adalah penyembah
pertama, putra abadi, model ciptaan, yang sulung dari seluruh ciptaan dan
saudara sulung kita.
Allah Putra abadi, pada satu sisi, adalah Allah yang menjadi
manusia. Tetapi segala ciptaan sebelum dan sesudah Dia, laki-laki dan perempuan
pertama dan yang terakhir di atas bumi ini, diciptakan seturut gambar diriNya,
dituntun agar diselamatkan olehNya. Melalui diriNya mereka dihantar kepada
Allah. Dia menjadi tempat perjumpaan
antara kasih yang tak tercipta dan yang tercipta.

Gambar dari ciptaan utama
Kristus asalah gambar Allah, tetapi Allah dalam pikiranNya
mempunyai gambar-gambar Kristus yang tak terbilang banyaknya. Bunda Maria
merupakan salah satu dari gambar ini. Kemudian giliran saudara-saudari Kristus,
setiap makhluk hidup di atas dunia ini. Semua orang diselamatkan dan dicintai
oleh Kristus serta dipanggil kepadaNya, entah mereka mengenal atau mendengar
tentang diriNya. Kalau nenek moyang kita ada bersama Allah, itu karena mereka
diselamatkan oleh kematian dan kebangkitan Kristus.
Tragedi dosa
Hanya satu kekacauan nyata terjadi dalam sejarah manusia.
Itu adalah dosa, putusnya hubungan manusia dengan rencana Allah. Umat manusia
memutuskan relasi dengan Allah dan berbalikpada dirinya sendiri, menjadikan
dirinya pusat dan berusaha memperoleh penebusan yang terpisah dari rencana
keselamatan Allah.
Kristus penebus
Anak-anak manusia dilahirkan sebagai anggota keturunan yang
meninggalkan Allah: mereka adalah orang-orang yang terasing. Akan tetapi,
penebusan dari tragedi ini telah merangkul setiap kanak-kanak yang dilahirkan,
karena Allah merencanakan untuk membersihkan semuanya dari dosa.
Rahmat Kristus yang menyelamatkan diberikan kepada setiap
makhluk ciptaan di dunia sebab setiap orang adalah milik Kristus. Setiap orang
dipanggil untuk disembuhkan dan diangkat untuk mengambil bagian dalam kehidupan
dan kemenangan Yesus, Manusia Pertama. Ciptaan utama, kepala dan sumber
ciptaan, adalah penebusnya. Model bagi semua orang adalah model bagi mereka
yang harus menderita oleh dosa yang menghancurkan hidup. Yesus menghampakan
dirinya, masuk dalam kehidupan kita yang sedang dihancurkan oleh kuasa dosa. Tanpa
diriNya berdosa, dan tanpa kena efek moral dari dosa, Yesus juga mengalami
kondisi berdosa dari dunia ini, bahkan kuasa jahat membunuhNya. Akan tetapi,
karena Dia mengampuni dosa dan percaya kepada BapaNya, Yesus bangkit menuju
suatu kehidupan baru dan abadi. Dia sekarang dapat memberikan kehidupan itu
kepada saudara-saudarinya dengan suatu daya yang tidak dapat dihentikan. RohNya
hidup dalam diri kita. Karena itu, kita mampu mengalahkan kuasa dosa dan
kematian berkat kuat kuasaNya.
Kristus Raja
Oleh kegagalan kematianNya, Yesus menjadi penghancur dosa yang tak terkalahkan dan pemberi kehidupan. Dia mempunyai kuasa: lemah lembut tetapi memastikan, ilahi tetapi
disalurkan secara manusiawi. Dia adalah raja. HukumNya adalah Roh Kudus dalam
diri kita. KerajaanNya adalah rahmat. HukumanNya adalah pengampunan.
KekuatanNya adalah perendahan diri. KekayaanNya adalah cinta. Fransiskus amat
gandrung menghayati gambaran Kristus yang agung dan sederhana sebagai pusat
seluruh ciptaan. Tidak hanya sebagai Allah, tetapi sebagai manusia yang menjadi
korban dunia, imam dan raja. Kemenangan besar dalam kebangkita berarti bahwa
daya jahat dikalahkan selamanya dan kematian telah kehilangan sengatnya.
Fransiskus memandang dirinya sebagai bentara
raja Agung.
Seorang bentara adalah seorang yang datang membawa kabar dari
seorang raja. Fransiskus datang menyanyikan Kabar Gembira dari Raja segala
raja: Allah itu kasih; Kristus adalah saudara kita yang memberi kehidupan,
menyelamatkan dan menghantar kita ke dalam kerajaan Bapa yang mahabaik. Karena
itu dalam setiap karya, kita memperlihatkan pengabdian kasih kepada Kristus,
Sang Raja.
Pertanyaan untuk direnungkan
  • Mengapa Allah menghendaki penciptaan dunia?
  • Siapakah ciptaan utama Allah? Mengapa?
  • Siapakah gambaran dari ciptaan utama itu?
  • Bagaimana Fransiskus menyebut dirinya?
Acuan pada teks kitab suci dan tulisan Fransiskan
-           Mat 13; Mrk 6; Yoh 6: Rasul-rasul dan pemecahan roti.
-           M.Bodo, Fransiskus: Perjalanan dan impian, hlm 1-28.
Penerapan dalam kehidupan sehari-hari
Kalau Kristus adalah pusat dan makna dari segala sesuatu,
dapatkah Anda tetapkan hal ini dalam hidupmu sehari-hari, ketika Anda harus memilih
– sebagai contoh – apakah Anda harus pergi ke bioskop ini atau tidak? Apakah
Anda harus menikah dengan orang ini atau tidak? Apakah Anda harus mengtakan hal
yang Anda pikirkan atau tidak? Apakah segala sesuatu bergantung pada apa yang Tuhan kehendaki sekarang ini dalam hal ini? Menyembah Sang Raja berarti hidup, pikiran, cinta kita setiap hari mengungkapkan pengabdian dan keterbukaan hati kepadaNya. Setiap saat dalam
kehidupan ini selalu mempunyai referensi pada Kristus. Renungkanlah selalu hal
ini. Pakailah doa ini setiap hari: Terberkatilah Dia yang datang sebagai raja, dalam nama Tuhan. Damai di surga dan kemuliaan di tempat yang tinggi.

Doa
Kami menyembah Engkau Tuhan Yesus Kristus, di sini dan di semua gerejaMu di seluruh
dunia dan kami memuji Engkau sebab dengan salibMu yang suci, Engkau telah
menebus dunia. Amin.

Kutipan dari Anggaran Dasar Ordo Fransiskan Sekular
5. Karena itu OFS mesti berusaha untuk bertemu dengan
pribadi Kristus yang hidup dan aktif dalam diri saudara-saudari, dalam kitab suci,
Gereja dan kegiatan berliturgi. Iman Santo Fransiskus yang sering dikatakannya,
“Saya tak melihat dengan mata jasmani Putra Allah yang mahatinggi dalam dunia
ini kecuali tubuh dan darahNya yang kudus”, bisa dijadikan inspirasi dan pola
laku dalam kehidupan berekaristi.
****************
Renungan pribadi / Jawaban atas pertanyaan
Allah menghendaki penciptaan dunia karena mempunyai rencana abadi. Rencana itu ialah
berbagi kehidupanNya dengan makhluk yang berakal budi, bebas, mengasihi, yang
diciptakanNya tidak semata-mata sebagai makhluk seperti Allah karena bisa
berpikir, mengasihi dan bertindak, tetapi sebagai pribadi-pribadi yang
mengasihi dengan daya kasih Allah, mengadili dengan kebijksanaan Allah,
mencintai tidak hanya dengan hidup manuisawi, tetapi dengan cara berbagi
kehidupan abadi yang dimilikiNya.
Ciptaan utama Allah adalah Kristus Yesus karena melalui Yesuslah hidup abadi hendak
diberikan kepada semua saudara-saudariNya. Melalui diriNya mereka dihantar
kepada Allah. Dia menjadi tempat perjumpaan antara kasih yang tak tercipta dan yang tercipta.
Gambaran dari ciptaan utama itu adalah Allah sendiri. Dengan kata lain Kristus adalah
gambar Allah, tetapi Allah mempunyai gambar-gambar Kristus yang tak terbilang
banyaknya: Bunda Maria, saudara-saudari Kristus, setiap makhluk hidup di atas
dunia ini. Semua orang diselamatkan dan dicintai oleh Kristus serta dipanggil
kepadaNya entah mereka itu mengenal atau mendengar tentang diriNya. Semua orang
diselamatkan oleh kematian dan kebangkitan Kristus.
Fransiskus menyebut dirinya bentara Raja Agung.
Fransiskus datang menyanyikan Kabar Gembira dari Raja segala raja: Allah itu
kasih; Kristus adalah saudara kita yang memberi kehidupan, menyelamatkan dan
menghantar kita ke dalam kerajaan Bapa yang mahabaik. Karena itu dalam setiap
karya, kita memperlihatkan pengabdian kasih kepada Kristus, Sang Raja.
Terberkatilah Dia yang datang sebagai raja, dalam nama Tuhan. Damai di surga dan kemuliaan di tempat yang tinggi.
tresitaofs
Kutipan dari Anggaran Dasar Ordo Fransiskan Sekular
5. Karena itu OFS mesti berusaha untuk bertemu dengan
pribadi Kristus yang hidup dan aktif dalam diri saudara-saudari, dalam kitab suci,
Gereja dan kegiatan berliturgi. Iman Santo Fransiskus yang sering dikatakannya,
“Saya tak melihat dengan mata jasmani Putra Allah yang mahatinggi dalam dunia
ini kecuali tubuh dan darahNya yang kudus”, bisa dijadikan inspirasi dan pola
laku dalam kehidupan berekaristi.
****************
Renungan pribadi / Jawaban atas pertanyaan
Allah menghendaki penciptaan dunia karena mempunyai rencana abadi. Rencana itu ialah
berbagi kehidupanNya dengan makhluk yang berakal budi, bebas, mengasihi, yang
diciptakanNya tidak semata-mata sebagai makhluk seperti Allah karena bisa
berpikir, mengasihi dan bertindak, tetapi sebagai pribadi-pribadi yang
mengasihi dengan daya kasih Allah, mengadili dengan kebijksanaan Allah,
mencintai tidak hanya dengan hidup manuisawi, tetapi dengan cara berbagi
kehidupan abadi yang dimilikiNya.
Ciptaan utama Allah adalah Kristus Yesus karena melalui Yesuslah hidup abadi hendak
diberikan kepada semua saudara-saudariNya. Melalui diriNya mereka dihantar
kepada Allah. Dia menjadi tempat perjumpaan antara kasih yang tak tercipta dan yang tercipta.
Gambaran dari ciptaan utama itu adalah Allah sendiri. Dengan kata lain Kristus adalah
gambar Allah, tetapi Allah mempunyai gambar-gambar Kristus yang tak terbilang
banyaknya: Bunda Maria, saudara-saudari Kristus, setiap makhluk hidup di atas
dunia ini. Semua orang diselamatkan dan dicintai oleh Kristus serta dipanggil
kepadaNya entah mereka itu mengenal atau mendengar tentang diriNya. Semua orang
diselamatkan oleh kematian dan kebangkitan Kristus.
Fransiskus menyebut dirinya bentara Raja Agung.
Fransiskus datang menyanyikan Kabar Gembira dari Raja segala raja: Allah itu
kasih; Kristus adalah saudara kita yang memberi kehidupan, menyelamatkan dan
menghantar kita ke dalam kerajaan Bapa yang mahabaik. Karena itu dalam setiap
karya, kita memperlihatkan pengabdian kasih kepada Kristus, Sang Raja.
Terberkatilah Dia yang datang sebagai raja, dalam nama Tuhan. Damai di surga dan kemuliaan di tempat yang tinggi.
tresitaofs

RAHMAT KRISTUS

Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (Yoh
10:10).

Suatu model kehidupan yang berbeda
Santo Petrus terus mengikuti Yesus hingga akhir. Dia
bertumbuh dari seorang sahabat Kristus yang begitu impulsif, tak bergantung dan
tak memahami, menjadi seorang rasul yang menulis salah satu pengakuan yang
mengagumkan, “Dengan jalan itu, Allah
telah menganugerahkan kepada kta janji-janji yang berharga dan yang sangat
besar, supaya olehNya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi dan luput
dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia”
(2Ptr 1:4).
Secara teknis, orang dapat dengan mudah berbicara tentang rahmat. Terkadang orang menganggapnya
sebagai sesuatu yang dapat dianalisa seperti kadar kalsium dalam tulang-tulang
atau sel darah merah dalam darah kita. Bisa juga orang mudah menggunakan jargon
dunia bisnis, tatkala berbicara tentang memiliki
rahmat. Ungkapan perbandingan ini dapat dipahami, tetapi tidak bisa tepat
arahnya.

Rahmat adalah sebuah karunia
Rahmat adalah sesuatu yang bebas, gratis. Dalam artian, kita dapat berkata bahwa segala
sesuatu diberikan Allah kepada kita. Pemberian ini adalah pemberian yang bebas.
Kita tentu saja tidak dapat mengejar untuk memperolehnya sendiri. Letak kegratisan suatu rahmat itu sedemikian
khusus sehingga kita tidak mampu memahaminya secara nalar.
Kalau Allah menciptakan sebuah pohon, tentulah wajar kita
mengharapkan bahwa akan ada tanah, terang matahari dan hujan. Itulah yang
terjadi dengan pohon. Demikian juga, ketika kita memandang manusia, tentu saja
kita memahami bahwa dia bisa berpikir dan memiliki objek yang dipikirkannya.
Sebagai manusia bebas, dia harus memiliki kekuatan untuk memutuskan. Sebagai
makhluk hidup ragawi, dia harus memahami apa yang dibutuhkan agar hidup –
proses dari tubuh. Akan tetapi kita tidak mengharapkan, baik dari pohon atau
manusia sesuatu yang melampaui kodrat kepohonan dan kemanusiaannya. Karunia
yang tidak terduga adalah rahmat untuk hidup dalam level Allah.

Kebutuhan kita akan rahmat
Seekor anjing, betapapun setianya, tidak dapat berkomunikasi
dengan seorang manusia dengan cara yang sama seperti seorang manusia
berkomunikasi dengan sesamanya. Kita juga menyadari bahwa semua pemberian
manusiawi yang mewah akan menyebabkan orang mengalihkan pandangannya tidak lagi
pada wajah Allah. Mengasihi dengan kasih Allah juga semakin sulit diwujudkan.
Inilah beberapa tantangan dunia. Mungkin terlalu
berlebih-lebihan, tetapi kita amat terkesan akan pemberian ilahi yang
dianugerahkan Bapa dalam Yesus. Dalam kodrat kita sebagai manusia – semua itu
diharapkan dimiliki oleh manusia normal – Allah menggabungkan hidupNya sendiri.
Itulah tindakan yang paling berahmat – tindakan pembebasan yang sejati.
Nyatanya, tidak pernah ada laki-laki atau manusia kodrati
belaka. Dari keabadian Allah telah merencanakan untuk menciptakan kita sebagai
anak-anakNya. Itu berarti ada unsur ilahi dalam kodrat kita sebgai manusia.
Allah menghendaki agar kita bersatu denganNya. Sabda Yesus ini menjelaskan hal
itu, “Sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup.
Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam
Aku dan Aku di dalam kamu. Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya,
dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh
Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya. Jika
seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi
dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
(Yoh
14:19-22,23). Akulah pokok anggur dan
kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam
dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
(Yoh
15:5). Jadi jika kamu yang jahat tahu
memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga!
Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."
(Luk
11:13).

Rahmat dan rencana Allah
Kita menyadari bahwa karunia yang dikatakan dalam kitab suci
adalah segala sesuatu yang diberikan Allah kepada kita. Dengan mengutus Yesus
Kristus menjadi manusia Allah mengangkat kita menjadi anak-anakNya, dan karunia
roh Tuhan diberikan kepada kita. Dengan demikian kita bukan lagi hamba,
melainkan sahabat-sahabatNya.
Maka rahmat mengacu kepada relasi kasih antara Allah dan
anak-anaknya. Relasi itu dapat menciptakan suatu perubahan. Proses perubahan
itu tidak terlepas dari karya rahmat Tuhan. Karena itu, hidup kita sebagai
manusia mempunyai  kualitas ilahi karena
peran rahmat Allah.
Allah selalu ingin memperdalam dan memperkaya kualitas di
dalam diri kita. Dia secara tetap memanggil kita menjadi terbuka pada
kehadirannya sehingga kita dapat lebih memperoleh visi yang ada dari sabdaNya,
dengan kasih tak terhingga yang disediakan bagi seluruh ciptaanNya.

Rahmat kasih karunia dan hidup sehari-hari
Rahmat pribadi tidak sungguh terpisah dari relasi dengan
Allah, ketika kita berbicara tentang rahmat yang
teraktualisasikan,
rahmat untuk bertindak. Ini berarti bahwa hidup ilahi
yang sama yang menerobos masuk dalam keberadaan kita memungkinkan tindakan
pribadi di mana kita menghayati kehidupan itu. Sesungguhnya rahmat untuk
bertindak ini muncul sebelum hidup ilahi terpenuhi, ketika pendosa mulai
ditarik pada pertobatan dan menerima kasih Allah.
Segala sesuatu adalah rahmat kata Santo Paulus. Kita harus secara tetap mencoba memahami relasi
kita dengan Allah sebagai inti terdalam dari kehidupan kita. Di satu pihak,
rahmat itu bukanlah suatu tiket mekanistis untuk masuk surga.
Ketika Michael Angelo menyelesaikan patung Musa yang
terkenal itu, yang kelihatan amat hidup sehingga dia terdorong untuk berteriak
memerintahkan, “Berbicaralah!” Michael Angelo tak bisa melakukannya. Hanya
Allah dapat membuat patung itu hidup. Dia menjadi bagian dari dunia ini dan
menyebutnya “Yesus”. Yesus, yang mengembalikan hidup kemanusiaanNya kepda Allah
dalam kematian yang benar, sekarang berkata kepada kita, saudara dan
saudariNya, “Bangunlah, percayalah Kabar Baik. Akulah kehidupan”.

Pertanyaan untuk direnungkan
  • Apa yang dikatakan Rasul Petrus tentang hidup kristiani?
  • Apa artinya rahmat secara harafiah?
  • Apakah jalan terbaik untuk melukiskan rahmat?
  • Apa yang akan Saudara katakan agar memperoleh lebih banyak rahmat?

Teks acuan pada kitab suci dan tulisan Fransiskan
-         Mrk 9; Luk 9-10: Penderitaan semakin dekat, transfigurasi, kasih Allah.
-         M. Bodo, Fransiskus: Perjalanan dan Impian, hlm 29-34.

Penerapan dalam kehidupan sehari-hari
Jutaan orang melakukan hal yang sama; apa yang membuat
tindakan-tindakan mereka unik? Kehidupan adalah suatu gerakan. Kita bergerak
dengan daya Kristus. Beberapa orang memilih untuk bergerak hanya dengan
kekuatan mereka sendiri. Cobalah menjadi sadar akan kekuatan Allah yang
menguduskan hidupmu. Menguduskan berarti membuat suci, terfokus, terbaktikan.
Apa perbedaan rahmat yang menguduskan dalam karya, permainan, perjumpaan dengan
orang lain, penderitaan? Tak satu pun dalam hidup ini yang sungguh penting
selain dari kita bertumbuh dalam kehidupan Allah. Bersyukurlah kepada Allah
akan pemberian ini.

Doa
Ya Allah, kami amat diteguhkan oleh kenyataan bahwa Engkau hadir dalam diri kami.
Betapa mengagumkan Engkau ya Allah. Engkau datang menjadi salah seorang dari
antara kami. Mampukanlah aku untuk mengarahkan kehendakku seturut rahmatMu
dalam setiap saat hidupku. Amin.


Renungan pribadi / Jawaban atas pertanyaan
Tentang hidup kristiani Santo Petrus mengatakan bahwa Allah
telah menganugerahkan segala sesuatu yang berguna untuk hidup saleh karena
mengenal Yesus yang telah memanggil kita oleh kuasaNya yang mulia dan ajaib.
Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan janji-janji yang berharga dan sangat
besar supaya kita dapat mengambil bagian dalam kodrat ilahi dan luput dari hawa
nafsu duniawi yang membinasakan dunia.­­­
Secara harafiah rahmat berarti sesuatu yang bebas dan gratis
Dengan perkataan lain, segala sesuatu diberikan Allah kepada kita.
Bagi saya jalan terbaik untuk melukiskan rahmat adalah Allah
yang mengutus Yesus Kirstus menjadi manusia. Allah mengangkat kita menjadi
anak-anakNya , dan karunia roh Tuhan diberikan kepada kita. Maka rahmat mengacu
kepada relasi kasih antara Allah dan anak-anakNya. Relasi itu dapat menciptakan
suatu perubahan. Karena itu hidup kita sebagai manusia mempunyai kualitas
ilahi  karena peran rahmat Allah.
Secara singkat dapat saya katakan bahwa untuk memperoleh
lebih banyak rahmat, maka saya harus hidup dalam relasi pribadi dengan Allah
dan mengaktualisasikan rahmat, yaitu hidup dalam pertobatan yang terus menerus
dan menerima kasih Allah.
tresitaofs

Jumat, 31 Agustus 2012

Lirik Gita Sang Surya


 
 
Lagu "Gita Sang Surya" diciptakan oleh Santo Fransiskus dari Asisi dalam konsisi kesehatan yang semakin menurun serta mata yang mulai kabur. Lirik atau tema lagu ini ingin melukiskan tentang “keindahan saling mengampuni”. Ketika terjadi pertikaian antara Uskup dan Penguasa Assisi, Fransiskus diminta untuk mendamaikan mereka. Lalu ia mengutus dua orang rekannya untuk menyanyikan lagu “Gita Sang Surya” yang telah ditambahi bagian tentang “keindahan saling mengampuni” di hadapan mereka yang bertikai. Ketika mendengar lagu itu maka Uskup dan Penguasa Assisi langsung berdamai tanpa banyak bicara. Lirik lagu Gita Sang Surya adalah seperti di bawah ini:

Tuhanku maha mulia mahakuasa
Lagi penyayang, segala pujian dan syukur hormat kepada-Mu
Segala berkat kepada-Mu saja
Diucap nama-Mu insan tiada pantas

Pujian pada-Mu Tuhan karna sang Surya
Saudara termulia bercahaya sinar siangnya
Terpancar amat indah, dipancarkan dari Kau
Oh Tuhan bahasa dan lambang

Pujian pada-Mu Tuhan karna langit langgah
Udara serta segala cuaca, malang mujurnya
Kalian makhluk mengadu untungnya
Karna saudara pawana terpujilah Dikau

Pujian pada-Mu Tuhan karna bulan bintang
Yang Kau pasangkan utuh candra indah
Serta kartika menghias cakrawala
Mewartakan kebesaran Allah nan mahakuasa

Pujian pada-Mu Tuhan karna laut limpah
Saudara budiman samudra lawah
Beralap santun di ombak ria melambungkan
Lagu kepada Tuhan terpuji yang Mahakuasa

Pujian pada-Mu Tuhan karna nyala api
Pawang musafir malam nan perkasa
Giat sentosa siap di malam kelam
Terpujilah karna agni suci tangkas dan perkasa

Pujian pada-Mu Tuhan karna saudara Maut
Darinya tidak luput insan makhluk
Seluruh dunia alam nan fana siap menghadapi
Maut nan berbahagia pawang alam baka

Pujian pada-Mu Tuhan karena umat kudus
Yang menanggung derita dan bencana
Pada-Mu jaya penyabar menderita
Kepada-Mu dikaruniakan mahkota mustaka

Pujian pada-Mu o Tuhan pengasih
Syukur pada-Mu ya Allah Maha penyayang Amin.

Sabtu, 25 Agustus 2012

Santo Bartolomeus

Santo Bartolomeus
24 Agustus
 

Santo Bartolomeus adalah salah seorang dari kedua belas Rasul. Kita tidak tahu siapa namanya yang sesungguhnya. Bartolomeus adalah nama keluarga: bar-Tolomeus, yang artinya 'anak Tolomeus'. Banyak yang beranggapan bahwa Bartolomeus adalah Natanael.

Bartolomeus berasal dari Kana di daerah Galilea. Ketika diajak oleh temannya, Filipus, untuk menemui Yesus dari Nazaret, ia menggumam, "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia:


Yesus: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"

Bartolomeus: "Bagaimana Engkau mengenal aku?"
Yesus: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."
Bartolomeus: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"
Yesus: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu. Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."

Sejak saat itu Bartolomeus mengikuti Yesus hingga Ia wafat disalib dan menjadi saksi kebangkitan-Nya.


Bartolomeus mewartakan Injil ke banyak negara termasuk India, di mana ia meninggalkan satu salinan Injil Matius dalam bahasa Ibrani. Bartolomeus termasuk orang yang paling berani di seluruh dunia. Coba bayangkan betapa beraninya ia dan betapa kuat imannya hingga rela dikuliti hidup-hidup. Beberapa orang bahkan mengatakan ia juga disalibkan setelah dikuliti. Karena ia lebih suka mati demi membela imannya, ia masuk dalam himpunan para martir.


Dia ini seorang yang sungguh-sungguh tabah! Oleh karena itu Bartolomeus adalah santo pelindung yang paling tepat bagi orang-orang yang memohon keberanian serta kekuatan iman dalam membela kebenaran. Memang sangat sulit bersikap teguh membela kebenaran jika tampaknya semua orang memusuhi kamu, tapi coba tirulah teladan St. Bartolomeus.


Bartolomeus diangkat sebagai santo pelindung Armenia, di mana ia wafat sebagai martir. Armenia adalah tempat di mana Tabut Perjanjian diletakkan juga tempat di mana burung merpati perdamaian membawa sehelai daun zaitun segar ke bahtera Nuh.


Pada abad ke-4 jenasah Bartolomeus dipindahkan ke sebuah gereja di Roma, di sebuah pulau di tengah-tengah sungai Tiber. Pesta St. Bartolomeus dirayakan setiap tanggal 24 Agustus.


"Bapa, anugerahkanlah kepada kami iman

seperti yang dimiliki St. Bartolomeus hingga ia senantiasa setia kepada Kristus.
Jadikan Gereja-Mu tanda keselamatan bagi seluruh bangsa di dunia. Amin."