Kamera 1
Rabu, 30 Mei 2012
Selasa, 29 Mei 2012
Kisah Seorang Pengusaha Sukses
Seorang
pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7
malam dirawat di RS di ruang ICU. Disaat orang-orang terlelap dalam
mimpi malam, dalam dunia Roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha
yang terbaring tak berdaya.
Malaikat memulai pembicaraan,
“kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka
kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan
belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!
“Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. . ” kata si pengusaha ini dengan yakinnya.
Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.
Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya
si pengusaha bertanya, “apakah besok pagi aku sudah pulih? pastilah
banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari
2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan
persoalan yang sulit“.
Dengan lembut si Malaikat berkata,
“anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu
tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktu mu
tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada
50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu”.
Tanpa menunggu reaksi
dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3
orang yang berdoa buat kesembuhannya. Dilayar itu terlihat wajah duka
dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya
yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi
mereka”.
Kata Malaikat, “aku akan memberitahukanmu, kenapa
Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? itu karena doa istrimu yang
tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu”
Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh,” Tuhan,
aku tau kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang
baik! Aku tau dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tau dia tidak
jujur dalam bisnisnya, dan kalau pun dia memberikan sumbangan, itu hanya
untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar
dihadapanMu, tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau
titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba
tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.”
dan setelah itu
istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir
di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat”.
Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha
ini . . . timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang
baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia
baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.
Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat
waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini,
penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat ! tidak mungkin
dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang !
Dengan
setengah bergumam dia bertanya, “apakah diantara karyawanku, kerabatku,
teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?”
Jawab si Malaikat,’” ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak
tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu
semua karena selama ini kamu arogant, egois dan bukanlah atasan yang
baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah”.
Si
pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang
terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si
istri yang setia menjaganya sepanjang malam.
Air matanya
tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah
sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil
memangku si bungsu.
Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00,
tiba-tiba si Malaikat berkata, “anakku, Tuhan melihat air matamu dan
penyesalanmu ! ! kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang
berdoa buatmu tepat jam 24:00″.
Dengan terheran-heran dan tidak
percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu?. Sambil
tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi
bulan lalu.
Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan.
Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan
yang lalu, walau aku tau tujuanmu saat itu hanya untuk mencari
popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor
luar negeri.
Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan
tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan
sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau
pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan
akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.
Doa sangat besar kuasanya, tak jarang kita malas, tidak punya waktu, tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.
Ketika kita mengingat seorang sahabat lama / keluarga, kita pikir itu
hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia, mungkin
saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa
dari orang-orang yang mengasihi dia.
Disaat kita berdoa bagi
orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat
kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.
Senin, 28 Mei 2012
ORATIO DOMINICAE PENTECOSTEN
ORATIO DOMINICAE PENTECOSTEN; "Oh Dios, que hoy has instruido los corazones de los
fieles con la luz del Espíritu Santo, concédenos gustar en el mismo
Espíritu la verdad y gozar siempre de su consolación. Por nuestro Señor
Jesucristo, tu Hijo, que vive y reina contigo, en la unidad del Espíritu
Santo, que es Dios. Por todos los siglos de los siglos. Amén".
EVANGELIUM: " Les he dicho estas cosas, hablando con ustedes. Pero el Consolador, el Espíritu Santo, che el Padre les enviará en mi nombre, Él les enseñará toda cosa y les recordará todo aquello que les he dicho." (Sanctus Ioannes XIV, 23-31)
EPISTOLA: "De repente viene del cielo un rumor como de un viento impetuoso y llenó toda la casa donde estaban reunidos. Aparecieron, distintas lenguas de fuego y se posaron cada una sobre cada uno de ellos. Todos fueron llenos de Espíritu Santo y comenzaron a hablar varias lenguas, según la inspiración que recibían del Espíritu Santo. (Actas Apostolorum II, 1-11)
EVANGELIUM: " Les he dicho estas cosas, hablando con ustedes. Pero el Consolador, el Espíritu Santo, che el Padre les enviará en mi nombre, Él les enseñará toda cosa y les recordará todo aquello que les he dicho." (Sanctus Ioannes XIV, 23-31)
EPISTOLA: "De repente viene del cielo un rumor como de un viento impetuoso y llenó toda la casa donde estaban reunidos. Aparecieron, distintas lenguas de fuego y se posaron cada una sobre cada uno de ellos. Todos fueron llenos de Espíritu Santo y comenzaron a hablar varias lenguas, según la inspiración que recibían del Espíritu Santo. (Actas Apostolorum II, 1-11)
terjemahan:
Dominicae oratio Pentecosten, "Oh Tuhan, sekarang Anda telah mengajar hati umat beriman oleh terang Roh Kudus, memberikan kita Roh seperti kebenaran dan selalu menikmati penghiburan-Nya Melalui Tuhan kita Yesus Kristus, Anak Anda, yang hidup dan. memerintah dengan Anda dalam persatuan Roh Kudus yang adalah Allah Untuk semua usia usia.. Amin. "
Evangelium: ". Saya telah mengatakan hal ini, berbicara dengan Anda Tapi Penghibur, Roh Kudus, che Bapa akan mengirimkan dalam nama-Ku, Dia akan mengajarkan segala sesuatu dan mengingatkan Anda semua yang saya katakan." (JOHN Sanctus XIV, 23-31)
Surat: "Tiba-tiba suara dari surga sebagai sebuah angin besar dan mengisi seluruh rumah tempat mereka dikumpulkan Muncul, lidah api dan berbagai beristirahat masing-masing pada setiap Mereka semua dipenuhi dengan Roh Kudus dan mulai.. berbicara beberapa bahasa, sebagai inspirasi mereka menerima Roh Kudus. (Kisah Rasul II, 1-11)
oleh: Jorge Enrique García Nieto
Evangelium: ". Saya telah mengatakan hal ini, berbicara dengan Anda Tapi Penghibur, Roh Kudus, che Bapa akan mengirimkan dalam nama-Ku, Dia akan mengajarkan segala sesuatu dan mengingatkan Anda semua yang saya katakan." (JOHN Sanctus XIV, 23-31)
Surat: "Tiba-tiba suara dari surga sebagai sebuah angin besar dan mengisi seluruh rumah tempat mereka dikumpulkan Muncul, lidah api dan berbagai beristirahat masing-masing pada setiap Mereka semua dipenuhi dengan Roh Kudus dan mulai.. berbicara beberapa bahasa, sebagai inspirasi mereka menerima Roh Kudus. (Kisah Rasul II, 1-11)
oleh: Jorge Enrique García Nieto
SEBAIKNYA ANDA TAHU > ASAL MUASAL HARI RAYA PENTAKOSTA
SEBAIKNYA ANDA TAHU > ASAL MUASAL HARI RAYA PENTAKOSTA : Pada
awalnya, Hari Raya Pentakosta, yang dalam bahasa Yunani berarti "lima
puluh", karena dihitung "lima puluh hari" dari panen pertama (bdk Im
23:16) adalah suatu perayaan syukur atas hasil panen orang Yahudi.
Menurut hukum Taurat, setiap tahun semua orang Yahudi,
teristimewa laki-laki, harus merayakan Hari Raya Pentakosta atau Hari
Raya Tujuh Minggu, yaitu hari raya buah bungaran dari penuaian gandum
(bdk Kel 34:22), dengan membawa persembahan sukarela kepada Tuhan dalam
Bait Allah di Yerusalem (bdk Kel 23:16; Im 23:15-21.39-43; Bil 28:26-31;
Ul 16:9-12). Sebagai orang Yahudi, para murid Yesus pun ikut merayakan
Hari Raya Pentakosta (bdk Kis 20:16; 1 Kor 16:8), bersama-sama dengan
orang Yahudi lainnya yang datang dari segala penjuru dunia (bdk Kis
2:5). Pada zaman sesudah pembuangan Babel, Hari Raya Pentakosta mulai
dijadikan perayaan keselamatan untuk memperingati pemberian hukum di
Sinai (bdk 2 Taw 15:8-15) dan pembentukan bangsa Israel menjadi umat
Allah. Dan pada zaman Gereja Perdana, Hari Raya Pentakosta diubah
menjadi perayaan keselamatan untuk memperingati pencurahan Roh Kudus dan
pembentukan jemaat Kristen menjadi umat Allah yang baru. Oleh karena
itu Hari Raya Pentakosta, yang dihitung lima puluh hari setelah Paskah,
akhirnya menjadi hari raya Roh Kudus yang membentuk dan membimbing
Gereja. (PS)
Seorang anak, mempunyai senjata paling ampuh yaitu "menangis".
Seorang anak akan menangis ketika dia tidak mendapatkan sesuatu yang
dia inginkan. Dan dengan tangisannya, kita dengan serta merta akan
merubah kata "TIDAK" menjadi "YA". Dengan tangisannya, anak kecil itu
MEMAKSA kita untuk mendapatkan apa yang dia mau.
Begitu juga dengan relasi kita kepada Allah dalam doa.
Tentu saja kita tidak perlu menangis meraung-raung ketika kita berdoa
memohon sesuatu kepada-Nya. Tak perlu kita harus sampai berguling-guling
di lantai seperti layaknya seorang anak kecil.
Ketika kita mendapat tekanan dalam hidup, yang harus kita lakukan
adalah mendorong beban itu melalui DOA dan HARAPAN kepada belas kasihan
ALLAH.
Mendorong dalam bahasa inggeris disebut juga dengan kata "PUSH"
Tapi, dalam relasi kita dengan Allah dalam doa, PUSH ini berarti "Pray
Until Something Happen" (berdoalah sampai sesuatu terjadi).
"Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang
malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum
menolong mereka?" (Luk 18:7)
Benar, ALLAH TIDAK AKAN MEMBIARKAN SEBUAH DOA YANG DIDARASKAN DENGAN TETESAN AIR MATA.
AIR MATA TOBAT dan PENYESALAN kita.
Sebuah doa permohonan, jika kita mau mendoakan secara bersungguh-sungguh akan mampu merubah seisi dunia ini.
Non nobis Domine, sed nomini tuo da gloriam!
☧ Servus Dei Et Proximi
Buktikan kepada dirimu sendiri bahwa engkau benar.
Janganlah hidup untuk mencoba membuktikan bahwa mereka salah.
Buktikan kepada dirimu sendiri bahwa engkau benar.
Damailah.
Jika yang kau lakukan adalah kebaikan, hidupmu akan baik.
Ini hanya masalah waktu.
Bersabarlah.
Yang baik akan terbukti baik.
Mario Teguh - Loving you all as always
Langganan:
Postingan (Atom)

