Kamera 1

Selasa, 01 Mei 2012

MARI KITA MULAI LAGI

Marilah kita mulai berbuat baik sebab sampai sekarang kita berbuat sedikit (Santo Fransiskus)

Fransiskus menyampaikan kata-kata ini pada waktu sebagian besar orang memandang dia sebagai seorang santo. Dalam pikirannya, selama orang masih hidup, orang tidak bisa berkata "sudah sempurna" dan karena itu masuk surga. Dia tidak mengukur kasihnya dengan ukuran kasih seorang manusia, tetapi dengan kasih Kristus. Karena itu, dia selalu berusaha maju agar menjadi semakin serupa dengan Tuhannya.
Hal itu berlaku juga bagimu, apakah Anda seorang fransiskan sekular, atau seorang calon yang hendak menjadi anggota fransiskan sekular ataupun seorang yang berminat belajar tentang cara Fransiskus mengikuti Yesus. Allah memberkatimu dengan hidupNya dan memberikan kepadamu anugerah dan keteguhan iman bertahun-tahun hingga saat ini; dan Anda telah memilih untuk membaca buku ini. Anda sekarang termasuk salah seorang yang mau memulai kembali menekuni hidup seperti yang telah dihayati Fransiskus.
Setiap kita memulai yang baru, kita masuk dalam suatu tahap baru dari kehidupan. Kini Anda mulai memperkaya hubunganmu dengan Allah melalui inspirasi dari Fransiskus dan Klara bersama dengan saudara-saudarinya. Anda tidak masukdalam suatu lingkungan yang sangat berbeda dari kehidupan kristen atau sesuatu yang lebih baik dari kehidupan orang kristen lainnya. Anda sedang memasuki rangkulan kasih Kristus yang begitu luas dan menggairahkan untuk mengalaminya secara lebih mendalam seperti dan bersama Fransiskus. Sesuatu yang berbeda dari hidupmu yang baru itu ialah bahwa hidup kristen itu sekarang diberi warna dan kiblat khusus oleh Fransiskus dan tradisi yang berkembang dari cara hidup dan ajaran-ajarannya.
Anda sekarang memulainya lagi dan akan terus memulai sepanjang sisa hidupmu.
Profisiat.


Pengarahan:

Seorang anggota OFS dibantu untuk memenuhi hukum utama: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama daripada kedua hukum itu" (Mrk 12:30-31).Seorang anggota OFS memenuhi kehendak Allah yang dipercayakan kepadanya: menjawab kasih Allah dengan tulus ikhlas dari dirinya sendiri; menyerahkan dan mengurbankan diri secara utuh kepada Allah yang baik.
Syarat-syarat untuk penerimaan ke dalam Ordo Fransiskan Sekular adalah: "....Mengakui iman katolik, hidup dalam persekutuan dengan Gereja, menghayati hidup bermoral, dan memperlihatkan tanda-tanda adanya panggilan" (Konsum Art 39:2).
Tujuan tidak langsung yang hendak dicapai adalah profesi dalam OFS. Anda akan berjanji: "Menghayati lebih intens dan lebih setia rahmat dan persembahan dalam janji baptis dengan mengikuti Yesus Kristus sesuai dengan ajaran dan teladan Fransiskus dari Asisi. Masa pemantauan ini bertujuan untuk menolong dan menyiapkan diri untuk mengambil keputusan. Begitu mengucapkan profesi, anda sedang memulai lagi perjalananmu" (Konsum Art 37-43).
Pertanyaan untuk direnungkan:
  • Dengan cara apa Anda mengharapkan untuk mendalami kasihmu akan Allah?
  • Sikap yang bagaimana merupakan halangan terbesar untuk mendalami kasihmu akan Allah?
  • Apakah Anda merasakan adanya suatu semangat untuk hidup lebih baik?
Acuan pada teks kitab suci dan tulisan Fransiskan
- Injil Mat 1:18-25; Luk 1-2: Kelahiran Kristus dan awal hidupNya.
- M. Bodo, Fransiskus: Perjalanan dan Impian, hlm 1-10.
Doa
Ya Allah, Engkau berjanji untuk menciptakan segala sesuatu menjadi baru.
Janji itu mengena juga pada diriku. Sementara aku mulai melakukan perjalanan
ini untuk menemukan cara hidup Fransiskan menuju Engkau, kumohon baruilah iman,
harapan dan kasihku. Amin.

DASAR DAN TUJUAN ORDO FRANSISKAN SEKULAR


Ordo Fransiskan Sekular terbuka untuk menerima
imam sekular, awam, janda dan orang menikah menjadi anggotanya. Mereka disebut
saudara-saudari pentobat. Mereka bermaksud hidup dengan pantas di tempat
tinggal mereka dan menyibukkan diri mereka dengan pekerjaan-pekerjaan yang suci
dan membebaskan diri dari kehampaan dunia ini



Gerakan Fransiskan

Sejauh kita pelajari tentang hidupnya,Fransiskus hanya ingin mengikuti injil secaraharafiah, dengan sepenuh hati dan
dalam kedinaan. Orang-orang lain diinspirasikan oleh cara hidupnya dan
digerakkan oleh visi hidupnya. Hampir dalam waktu yang relatif singkat kelompok
kecil pengikut Fransiskus bertumbuh menjadi suatu ordo besar yang memerlukan
organisasi.

Kini ada tiga cabang ordo pertama Fransiskus:
OFM, OFMConv, OFMCap. Ketika St. Klara dan perempuanlainnya mengikuti corak
hidup Fransiskus, ordo kedua didirikan, yang dikenal sebagai Ordo Klaris.

Beberapa anggota ordo ketiga Fransiskus bergabung bersama hidup dalam komunitas, mengucapkan tiga kalu: kemiskinan,kemurnian, dan ketaatan, serta menghayati anggaran dasar yang ditetapkan oleh paus. Karena itu, mereka disebut Ordo Ketiga Regular (TOR) dan mencakup hampir semua suster fransiskan.
Anda sedang bersiap untuk masuk Ordo Fransiskan yang semula dikenal sebagai Ordo Ketiga Sekular, yakni fransiskan yang hidup di dunia sebagai laki-laki dan perempuan awam.

Awal mula munculnya Ordo III ini

Dalam salah satu pengalaman istimewanya, Fransiskus bertemu seorang pedagang yang bernama
Luchesio di kota Poggibonsi. Dia dan isterinya, Bona Donna, diberi suatu norma
hidup oleh Fransiskus. Sesudah itu Luchesio mengabdikan seluruh waktunya untuk
melaksanakan karya cintakasih, khususnya memperhatikan orang sakit di rumah
sakit. Dia memakai tunik yang kasar dari petani sederhana dengan tali mengitari
pinggang. Ketika ia berada di rumah, dia bekerja di kebun kecil yang
diperolehnya setelah menjual harta miliknya dan hasilnya dijual. Kalau cara
hidup ini tidak emmberikan kecukupan padanya, maka dia pergi keluar dan
mengemis, meminta-minta.

Sejumlah orang dengan semangat yang sama berkumpul bersama Luchesio. Fransiskus memberi para pengikutnya ini (kemudian disebut saudara-saudari Pentobat yang berarti mereka berbalik kepada Allah dari
hidup penuh dosa dan kesia-siaan) suatu peraturan hidup. Mereka berusaha untuk
meniru dalam dunia cara hidup Fransiskan dan saudara-saudaranya.

Sekitar tahun 1221, Kardinal Hugolinus dan Fransiskus menulis Anggaran Dasar Pertama yang
resmi untuk Ordo III. Kita tidak meiliki anggaran dasar ini, tetapi tentu saja
anggaran dasar itu merupakan permulaan dari Anggaran Dasar 1228 yang kita
miliki.


Kesucian di dunia

Hampir genap delapan abad, perkumpulan
orang-orang beriman ini telah berusaha menghayati hidup injil di dunia di bawah arahan Ordo Fransiskan
dan seturut anggaran dasar Fransiskus, yang telah disahkan dan disesuaikan oleh
Gereja.            
Karena itu persaudaraan itu adalah:

  1. Satu persaudaraan orang-orang awam (pun klerus diocesan yang menjadi anggota);
  2. Mengusahakan hidup injili di dalam dunia dalam lingkungan hidup orang awam sehari-hari;
  3. Dengan mengikuti suatu anggarasn dasar atau cara hidup;
  4. Dengan pendamping rohani dari cabang-cabang keluarga fransiskan atau orang-orang yang ditunjuk;
  5. Direstui dan diterima oleh Gereja.
    Bagaimanapun, Fransiskus sebagai orang katolik, sungguh-sungguh berusaha untuk memperoleh pengakuan dari Gereja pada saat banyak pembaru dalam iman yang benar atau tidak, berusaha membarui Gereja dengan menggugat struktur yang ada atau
    meninggalkan Gereja sama sekali.
Sungguh suatu ordo
Ordo Fransiskan Sekular dibedakan dari persekutuan awam lainnya dalam Gereja dalam hal
tujuannya yang pertama dan utama yakni berusaha untuk menghayati hidup injili.
Kelompok-kelompok awam lain dibentuk dengan suatu tujuan khas. Sebagai contoh,
“Persaudaraan Ajaran Kristen” dibentuk dengan tujuan untuk memperkokoh ajaran
agama. Sebagai ordo kaum awam, Ordo Fransiskan Sekular menekankan hidup
persaudaraan, tekad pribadi akan kesucian hidup, kerasulan pribadi dan
persaudaraan sebagai cara hidup dalam keadilan sosial dan perdamaian di antara
semua orang.

Pertanyaan untuk direnungkan
  • Apakah tujuan pertama dan utama dari Ordo Fransiskan Sekular?
  • Apa tujuan lain yang harus dipenuhi oleh Ordo Fransiskan Sekular?
Sharing Pribadi:
Tujuan pertama dan utama dari Ordo Fransiskan Sekular adalah berusaha untuk menghayati
hidup injili.

Tujuan lain yang harus dipenuhi oleh Ordo Fransiskan Sekular sebagai ordo kaum awam
adalah menekankan hidup persaudaraan, tekad pribadi akan kesucian hidup,
kerasulan pribadi dan persaudaraan sebagai cara hidup dalam keadilan sosial dan
perdamaian di antara semua orang.

Acuan pada teks kitab suci dan tulisan
Fransiskan

-   Luk 3-4 dan Yoh 1: 19-51: Awal hidup publik Yesus.   
-   M.Bodo, Fransiskus: Perjalanan dan Impian, hlm 11-14.
Penerapan dalam hidup sehari-hari
Apakah panggilan untuk bergabung dengan Ordo Fransiskan Sekular mengubah hidupmu? Disiplin hidup manakah yang diusahakan seseorang agar menjadi anggota Ordo Fransiskan Sekular? Berdoalah setiap hari agar cara hidup Fransiskus memberi daya kepada seluruh hidupmu, sehingga Anda boleh menjadi seorang yang suci di dalam dunia ini.
Doa
Ya, Allah Bapa, kami berterimakasih karena semua orang beriman yang mengikuti
Engkau dalam semangat hidup Fransiskan dari zaman ke zaman. Bukalah hati dan
pikiranku untuk melakukan penjernihan diri, agar aku mengakui bahwa cara hidup
fransiskan merupakan panggilanku demi membangun hidup rohaniku. Amin.

Kutipan dari Anggaran Dasar Ordo
Fransiskan Sekular

1. Di dalam Gereja terdapat banyak keluarga rohani dengan pelbagai karismanya.
Di antara keluarga-keluarga
tersebut termasuklah keluarga fransiskan, yang dalam pelbagai cabangnya
mengakui Santo Fransiskus dari Asisi sebagai Bapa, inspirator dan model.Dengan berbagai cara dan bentuk, tetapi tetap hidup dalam kesatuan dengan yang lain, mereka bertujuan untuk menghadirkan karisma umum Bapak Serafik Fransiskus dalam kehidupan dan misi Gereja.

MISI OFS ADALAH MENGHAYATI HIDUP INJILI

Sesudah Tuhan memberi aku sejumlah saudara tidak seorang pun menunjukkan kepadaku apa

yang harus kuperbuat; tetapi Yang Mahatinggi sendiri mewahyukan kepadaku, bahwa
aku harus hidup menurut pola Injil Suci. Aku pun menyuruh tulis hal itu dengan
singkat dan sederhana, dan Sri Paus mengukuhkannya untukku

(Was).

Fundasi hidup Fransiskus
Adalah tak mungkin untuk memahami seluruh hidup
Fransiskus dalam suatu analisa atau ringkasan. Di mana rahmat ada, di sana ada
misteri. Akan tetapi, kalau secara manusiawi, kita coba mendaftarkan
unsur-unsur misteri itu, kita bisa menempatkan Injil pada pokok pertama dari
daftar itu. Dengan penuh sukacita dan polos, Fransiskus hanya berkata, “Inilah
Sabda Tuhan yang menghidupkan. Dia sedang berbicara kepada kita sekarang ini.
Apakah masih perlu peraturan hidup yang lain?”

Yang dimaksud Injil oleh Fransiskus adalah Yesus, Sabda Allah yang hidup yang telah menjadi daging
dan tinggal di antara kita. “Saudara-saudaraku, aku mengetahui Sabda Suci. Aku
mengenal Kristus yang miskin,” kata Fransiskus. Hal terakhir yang diinginkan
Fransiskus adalah membangun suatu kelompok orang yang mau hidup secara khusus
dan berbeda dari yang lain. Dia semata-mata menghendaki agar semakin banyak
orang diarahkan oleh Roh Tuhan untuk menghayati Injil Yesus Krstus, dengan
membiarkan Tuhan membarui hidup mereka. Maka menjadi fransiskan berarti berusaha
menjadi seorang Kristen, seorang murid Yesus Kristus. Sebagaimana telah dikatakan,
sesuatu yang khusus/berbeda (walau Fransiskus tidak menghendaki kata itu) dengan menjadi orang-orang Kristen yang
diterangi oleh inspirasi dan tradisi khusus dari Fransiskus. Bagaimanapun,
faktor pendorong yang dasariah adalah hidup injili. Suatu cara hidup adalah
seperangkat nilai-nilai, roh yang mempengaruhi seluruh hidup kita, sikap dasar
yang mewarnai cara berpikir, setiap emosi yang kita rasakan, serta apa yang
kita katakan dan perbuat sehari-hari. Kekristenan adalah cara hidup Allah
sendiri yang secara rahmati diberikan kepada kita. Tradisi kita berkata,
“Karena Kristus adalah jalan, kebenaran dan kehidupan, Ordo Fransiskan Sekular
harus mempunyai keyakinan mendalam bahwa dengan baptisan dan profesi, mereka
menjadi seperti Kristus yang tersalib dan mengikuti Injil sebagai cara hidup
mereka. Sementara mereka menghayati hidup di dunia, mereka dipenuhi dengan
pikiran dan roh Kristus”.

Injil adalah Kabar Gembira
Kita selalu menegaskan bahwa Injil berarti Kabar Baik. Inilah satu ide kunci dalam kehidupan
Fransiskus. Dia merasa amat tertarik untuk menemukan keindahan dan
kesederhanaan dari ideal ini: Kabar Baik itu ialah Allah adalah bapa dan ibu
kita. Allah mencintai kita. Kristus adalah saudara kita. Kita adalah anak-anak
Allah, yang memiliki hidup rohani. Kasih Allah tinggal dalam diri kita. Hidup
kita suci dan pasti dalam Kristus. Karena itu, Kristus dan Injilnya merupakan
pusat kehidupan Ordo Fransiskan Sekular. Kita menghayati Injil – berarti hidup
menurut Berita Gembira itu. Hidup sebagai anak-anak Allah, saudara-saudara
Kristus, bait Roh Kudus. Secara praktis itu berarti bahwa setiap detil hidup
kita dibentuk oleh hidup manusiawi Kristus di dunia ini.

Mari mencatat hal-hal khusus
  1. Kitab Suci: karena Sabda Allah merupakan dasar bagi
    Fransiskus, maka membaca dan berdoa atas dasar kitab suci merupakan suatu
    praktik dasar hidup kita. Penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini dapat
    dilihat pada bab yang lain.
  2. Anggaran Dasar: Anggaran dasar pertama Fransiskus, yang disahkan
    secara lisan dalam tahun 1209, terdiri atas hampir semua kutipan kitab suci.
    Dalam tahun 1221, Paus Honorius III menempatkan saudara-saudari Pentobat dekat
    Rimini, Italia, dibawah perlindungan Uskup. Tahun yang sama, Paus Honorius III
    mengesahkan Ordo III. Paus Nikolas IV menerbitkan satu anggaran dasar dalam
    tahun 1289. Anggaran dasar ini berlaku hingga tahun 1883 ketika Paus Leo III
    menyesuaikannya dengan situasi modern dengan tetap mempertahanan semangat
    dasarnya. Dalam tahun 1957, “Kongregasi Suci untuk Hidup Religius” menerbitkan
    Konstitusi Umum untuk Ordo Ketiga. Sekarang ini, Ordo Fransiskan Sekular
    mengikuti anggaran dasar yang disahkan dan diteguhkan  oleh Paus Paulus VI, tanggal 24 Juni 1978.
    Anggaran dasar bukanlah suatu dfatar mengenai apa yang harus dikerjakan dan apa yang
    tidak boleh dikerjakan (beberapa bagian dari anggaran dasar itu memang amat
    bersifat legal – sebagai contoh, pengarahan mengenai organisasi dan prosedur).
    Akan tetapi anggaran dasar itu pertama-tama adalah suatu tuntunan positif untuk
    hidup secara kristiani. Gereja berjkata sebagaimana tertulis, “Anggaran dasar
    dan konstitusimu memberikan hidup injili. Jikalau Anda berusaha mengikutinya
    dengan tulus ikhlas, Anda akan menghayati hidup injil”.
  3. Semangat anggaran dasar: Kunci utama dari Injil yang ditekankan
    Fransiskus mendapat perhatian utama dalam buku ini: semangat keintiman dengan
    Tuhan, semangat kasih persaudaraan, semangat pelayanan terhadap semua orang,
    semangat kedinaan dan pertobatan hati terus menerus.

Semangat penuh ikhlas

Hidup Fransiskus adalah suatu panggilan. Akan tetapi kalau Allah memberikan kita panggilan ini, Dia juga akan memberikan rahmat untuk melaksanakannya. Suatu kualitas penting yang dituntut: semangat
kepercayaan dan kemurahan hati. Ini merupakan pelajaran dari hidup Fransiskus:
semangat kepercayaan sebagai anak-anak kepada Bapanya di surga, dan akan kuasa
dan kebijakan serta kasih. Dengan Dia, tidak sesuatu pun yang perlu ditakuti.
Tak sesuatu pun dapat melukai kita. Tidak ada soal yang tidak dapat diselesaikan
dengan kebijaksanaan dan rahmat dari Allah.


Pertanyaan untuk direnungkan 

  • Apa artinya cara hidup?
  • Apa yang disumbangkan oleh Ordo
    Fransiskan Sekular bagi cara hidup kristiani?
  • Apa itu Kabar Gembira?
  • Apakah yang menjadi kekhususan cara
    kita menghayati hidup injili?          
Acuan pada teks kitab suci dan tulisan Fransiskan
-  Luk 5-6; Yoh 3-4: Awal-awal pelayanan Kristus.    
-  M. Bodo, Fransiskus: Perjalanan dan Impian, hlm 15-20.

Penerapan dalam kehidupan sehari-hari
Apakah Anda berpikir bahwa hidupmu sungguh
merupakan pelaksanaan Injil? Mengapa Santo Fransiskus begitu penuh perhatian
pada hidup injili? Apakah Anda berbagi Kabar Gembira dengan orang
lain? Jikalau injil adalah  Kabar Gembira, agama kristen mesti menjadi
suatu agama yang membawa kegembiraan atau kesedihan? Sewaktu anda membaca
Injil, anggaran dasar, konstitusi, berpikirlah tentang cara praktis
menerapkannya dalam hidup sehari-hari di rumah, di tempat kerja dan di antara
teman-temanmu.

Jawaban atas pertanyaan
Suatu cara hidup adalah seperangkat nilai-nilai,
roh yang mempengaruhi seluruh hidup kita, sikap dasar yang mewarnai cara
berpikir, setiap emosi yang kita rasakan, serta apa yang kita katakan dan
perbuat sehari-hari. Kekristenan adalah cara hidup Allah sendiri yang secara
rahmati diberikan kepada kita. Tradisi kita berkata, “Karena Kristus adalah
jalan, kebenaran dan kehidupan, Ordo Fransiskan Sekular harus mempunyai
keyakinan mendalam bahwa dengan baptisan dan profesi, mereka menjadi seperti
Kristus yang tersalib dan mengikuti Injil sebagai cara hidup mereka. Sementara
mereka menghayati hidup di dunia, mereka dipenuhi dengan pikiran dan roh
Kristus”. (lih. Fundasi hidup Fransiskus).

Yang disumbangkan Ordo Fransiskan Sekular bagi
hidup kristiani adalah Tradisi kita yang berkata, “Karena Kristus adalah jalan,
kebenaran dan kehidupan, Ordo Fransiskan Sekular harus mempunyai keyakinan
mendalam bahwa dengan baptisan dan profesi, mereka menjadi seperti Kristus yang
tersalib dan mengikuti Injil sebagai cara hidup mereka. Sementara mereka
menghayati hidup di dunia, mereka dipenuhi dengan pikiran dan roh Kristus”.
(lih. Fundasi hidup Fransiskus).

Kabar Gembira itu ialah Allah adalah bapa dan ibu kita. Dst... (lih. Injil adalah Kabar Gembira).
Yang menjadi kekhususan hidup injili adalah
anggaran dasar. Gereja berkata sebagaimana tertulis, “Anggaran dasar dan
konstitusimu memberikan hidup injili. Jikalau Anda berusaha mengikutinya dengan
tulus ikhlas, Anda akan menghayati hidup injil”. (lih. Mari mencatat hal-hal
khusus no. 2).

Doa
Aku memujiMu ya Tuhan karena Kabar Gembira, Injil KebenaranMu yang menghantar aku menuju kebenaran hidup yang agung. Jagalah agar aku tetap setia pada ajaran-ajaranMu. Amin.
Kutipan dari Anggaran Ordo Fransiskan Sekular 
  1. Sejak awal Ordo Fransiskan Sekular mempunyai
    kedudukan tersendiri di dalam keluarga fransiskan. Ia terbentuk oleh
    persekutuan yang tertata dari semua persaudaraan katolik yang
    anggota-anggotanya terdorong oleh Roh Kudus mengikat diri mereka dengan profesi
    untuk menghayati Injil seturut teladan Santo Fransiskus, dalam kedudukan mereka
    sebagai awam, dengan mengikuti anggaran dasar yang disahkan oleh Gereja.

SPIRITUALITAS FRANSISKAN


Yang Mahaluhur, Mahakuasa, Tuhan yang baik,
milikMulah pujaan, kemuliaan dan hormat dan segala pujian.
KepadaMu saja, Yang Mahaluhur,
semuanya itu patut disampaikan,
namun tiada insan satu pun
layak menyebut namaMu
....
Pujalah dan pujilah Tuhanku,
bersyukurlah dan mengabdilah kepadaNya
dengan merendahkan diri serendah-rendahnya.
                                                                                                        
(NyaMat)

Apakah spiritualitas itu?
Spiritualitas merupakan cara khusus, atau tekanan khusus
dalam mengikuti Kristus. Jelaslah ada banyak hal sama dihayati oleh semua orang
kristen. Unsur-unsur yang sama itu antara lain ialah mengasihi dan mengampuni
seperti Kristus, hidup dalam persekutuan, hidup doa pribadi dan bersama,
perayaan hidup sakramental Gereja, kesetiaan kepada kuasa gerejani yang sah,
mencintai kitab suci dan keprihatinan pada masalah sosial dan perdamaian. Tidak
ada perbedaan dalam tujuan dan dalam banyak cara serta sarana. Perbedaan
terletak dalam apa yang menjadi tekanan.
Kita berbicara tentang spiritualitas benediktin, dominikan dan fransiskan. Ada
suatu spiritualitas khusus untuk orang awam, yang berbeda dari para imam atau
para suster dan bruder.
Barangkali ide itu dapat secara tepat dilukiskan dengan cara
ini. Beberapa grup band musik bisa memainkan alat yang sama. Akan tetapi
kelompok musik rock akan menghasilkan musik yang berbeda dari musik country.
Atau beberapa penulis dapat melukiskan suatu peristiwa atau tokoh yang sama,
tetapi tekanan akan berbeda berdasarkan asal dan latar belakangnya.

Cara Fransiskan
Spiritualitas berbeda sebagian besar bergantung pada
kepribadian para pendiri dan waktu komunitas-komunitas religius itu berkembang.
Paus Pius XII melukiskannya dengan cara ini: “Spiritualitas setiap santo
merupakan cara khususnya untuk menggambarkan Allah baginya, berbicara
tentangNya, cara mendekatiNya. Setiap santo melihat gelar Allah dalam terang
apa yang paling menyentuh pikirannya, menyerap hatinya secara mendalam, yang
menarik dan menaklukkan dirinya. Bagi setiap santo, satu keutamaan khusus dari
Kristus merupakan cita-cita yang hendak diperjuangkan dalam hidupnya. Namun
semua orang kudus – sesungguhnya seluruh Gereja – berusaha untuk meniru Kristus
secara utuh”.

Kekhususan Fransiskus?
Seorang penuis fransiskan berkata, “Jika sesuatu yang khusus
dapat diamati pada diri Fransiskus, hal itu adalah keinginan yang kuat untuk
tidak memiliki kekhususan”. Spiritualitas fransiskan adalah semata-mata
“menghayati Injil”. Namun karena dia adalah seorang pribadi yang unik dan
menarik, Gereja menemukan karismanya yang khusus itu, yang disebut
spiritualitas Fransiskan. Pius XII lebih jauh menyatakan, “Ajaran Fransiskan
memandang Allah adalah kudus, besar, dan melampaui semua, baik, sungguh baik.
Allah juga dialami sebagai kasih. Dia hidup karena kasih, menciptakan karena
kasih, menjadi daging, menebus, menyelamatkan, menjadikan suci karena kasih.
Fransiskus memandang Yesus dalam kasih manusiawinya”. Tekanan kuat fransiskan
terletak pada kenyataan bahwa Allah adalah kasih. Setiap orang kristen percaya
akan hal ini, tetapi fransiskan memilih untuk menekankan itu sebagaimana
dilakukan Fransiskus.

Kedinaan Fransiskan
Fransiskus pasti merasa tidak senang kalau ordonya atau
spiritualitasnya menempatkan dia atau saudara-saudaranya di atas yang lain.
Dalam kenyataannya, salah satu unsur hakiki dari spiritualitasnya adalah
menjadi lebih hina-dina dan pengikutnya menjadi saudara hina dina.
Suatu spiritualitas tidak bisa menjadi lebih tinggi dari
yang lain: hanya ada perbedaan. Yang satu digerakkan oleh peristiwa Golgota,
yang lain oleh peristiwa Betlehem. Mungkin yang lain lagi menekankan kesabaran
dan kemurahan hati Allah. Tak seorang pun dari antara kita lebih baik. Kita
hanya berbeda saja, bukan soal lebih baik.

Unsur-unsur spiritualitas Fransiskan
Buku ini merupakan usaha untuk mengungkapkan isi
spiritualitas kristen pada umumnya dan khususnya spiritualitas fransiskan.
Sebagai ringkasan, kami mendaftar unsur-unsur pokok agar dapat menghidupi injil
seturut semangat Fransiskus:
  • Dalam persekutuan dengan Kristus yang miskin dan tersalib.
  • Dalam kasih akan Allah.
  • Dalam persaudaraan dengan semua orang dan segenap ciptaan.
  • Berpartisipasi dalam hidup dan misi Gereja.
  • Dalam pertobatan terus menerus.
  • Dalam hidup doa – liturgis, pribadi, bersama.
  • Sebagai pembawa damai.

Pertanyaan untuk direnungkan
- Apa perbedaan antara macam-macam spiritualitas?
- Bagaimana gambaran Anda tentang Allah?
- Apakah yang unik dari spiritualitas fransiskan?
- Mengapa spiritualitas fransiskan menarik bagimu?

Jawaban pribadi atas pertanyaan
Perbedaan antara macam-macam spiritualitas terletak dalam
apa yang menjadi tekanannya. (lih. Apakah spiritualitas itu?).
Gambaran saya tentang Allah yang terutama saya hayati dalam
hidup sehari-hari adalah sebagai seorang Bapa yang mat baik, yang selalu
mneyertai, melindungi, mengasihi dan merawat saya. KepadaNya saya mau
mempercayakan diriku, tubuh, jiwa, rohku. KepadaNya saya dapat berbicara dengan
bebas tentang segala hal yang merupakan isi hatiku. Dan kepadaNya saya ingin
mempersembahkan segala usaha, keberhasilan dan kegagalanku. Dengan penuh
kepercayaan akan pengertiannya terhadap segala kelemahan saya, saya ingin terus
bernyala dalam kasih kepadaNya dalam menjalani hidup saya ini.
Yang unik dalam spiritualis fransiskan adalah tekanan bahwa
Allah adalah kasih.
Spiritualitas fransiskan menarik bagi saya karena sesuai
dengan keadaan saya yang membutuhkan kekuatan dalam kesederhanaan untuk
mengasihi Allah dan sesama.

Teks acuan dalam kitab suci dan tulisan Fransiskan
- Mat 5-7: Khotbah di Bukit.
- M. Bodo, Fransiskus: Perjalanan dan Impian, hlm 21-28.

Penerapan dalam kehidupan sehari-hari
Apa pengaruh praktis pengakuan bahwa Allah adalah kasih
dalam kecemasan-kecemasanmu, doamu, karyamu, hidup keluargamu, hubunganmu
dengan orang lain? Apakah fakta bahwa Anda tertarik akan cara hidup fransiskan
menunjukkan sesuatu yang khsusus tentang kepribadianmu? Pekan ini cobalah
mengingat, sedapat mungkin, fakta bahwa Allah adalah kasih.

Doa
Tuhan, aku mohon Roh KudusMu, sudilah membimbingku menuju jalan dan ke dalam cintaMu. Aku akan
mencoba mengikuti Engkau setiap hari dan dalam seluruh hari hidupku. Amin.



KUTIPAN DARI ANGGARAN DASAR ORDO FRANSISKAN SEKULAR
Anggaran Dasar dan cara hidup para fransiskan sekular ialah: menepati Injil Tuhan kita Yesus
Kristus dengan mengikuti teladan Santo Fransiskus dari Asisi, yang menjadikan
Kristus penjiwa dan poros kehidupannya di hadapan Tuhan dan sesama.

Kristus, rahmat kasih Bapa, adalah jalan kepadaNya. Ia adalah Kebenaran,
kepadaNya Roh Kudus menghantar kita. Ia adalah kehidupan dan Ia datang untuk
memberikannya secara melimpah.      

Selanjutnya hendaklah kaum fransiskan sekular tekun membaca Injil, sambil
beralih dari Injil kepada hidup yang nyata dan dari hidup yang nyata kepada
Injil.

SANG TERSALIB DAN AKU

DASAR DAN TUJUAN ORDO FRANSISKAN SEKULAR


Ordo Fransiskan Sekular terbuka untuk menerima
imam sekular, awam, janda dan orang menikah menjadi anggotanya. Mereka disebut
saudara-saudari pentobat. Mereka bermaksud hidup dengan pantas di tempat
tinggal mereka dan menyibukkan diri mereka dengan pekerjaan-pekerjaan yang suci
dan membebaskan diri dari kehampaan dunia ini

(Bernard dari Bessa, Sekretaris St. Bonaventura).


Gerakan Fransiskan
Sejauh kita pelajari tentang hidupnya,Fransiskus hanya ingin mengikuti injil secaraharafiah, dengan sepenuh hati dan
dalam kedinaan. Orang-orang lain diinspirasikan oleh cara hidupnya dan
digerakkan oleh visi hidupnya. Hampir dalam waktu yang relatif singkat kelompok
kecil pengikut Fransiskus bertumbuh menjadi suatu ordo besar yang memerlukan
organisasi.
Kini ada tiga cabang ordo pertama Fransiskus:
OFM, OFMConv, OFMCap. Ketika St. Klara dan perempuanlainnya mengikuti corak
hidup Fransiskus, ordo kedua didirikan, yang dikenal sebagai Ordo Klaris.
Beberapa anggota ordo ketiga Fransiskus bergabung bersama hidup dalam komunitas, mengucapkan tiga kalu: kemiskinan,kemurnian, dan ketaatan, serta menghayati anggaran dasar yang ditetapkan oleh paus. Karena itu, mereka disebut Ordo Ketiga Regular (TOR) dan mencakup hampir semua suster fransiskan.
Anda sedang bersiap untuk masuk Ordo Fransiskan yang semula dikenal sebagai Ordo Ketiga Sekular, yakni fransiskan yang hidup di dunia sebagai laki-laki dan perempuan awam.


Awal mula munculnya Ordo III ini
Dalam salah satu pengalaman istimewanya, Fransiskus bertemu seorang pedagang yang bernama
Luchesio di kota Poggibonsi. Dia dan isterinya, Bona Donna, diberi suatu norma
hidup oleh Fransiskus. Sesudah itu Luchesio mengabdikan seluruh waktunya untuk
melaksanakan karya cintakasih, khususnya memperhatikan orang sakit di rumah
sakit. Dia memakai tunik yang kasar dari petani sederhana dengan tali mengitari
pinggang. Ketika ia berada di rumah, dia bekerja di kebun kecil yang
diperolehnya setelah menjual harta miliknya dan hasilnya dijual. Kalau cara
hidup ini tidak emmberikan kecukupan padanya, maka dia pergi keluar dan
mengemis, meminta-minta.
Sejumlah orang dengan semangat yang sama berkumpul bersama Luchesio. Fransiskus memberi para pengikutnya ini (kemudian disebut saudara-saudari Pentobat yang berarti mereka berbalik kepada Allah dari
hidup penuh dosa dan kesia-siaan) suatu peraturan hidup. Mereka berusaha untuk
meniru dalam dunia cara hidup Fransiskan dan saudara-saudaranya.
Sekitar tahun 1221, Kardinal Hugolinus dan Fransiskus menulis Anggaran Dasar Pertama yang
resmi untuk Ordo III. Kita tidak meiliki anggaran dasar ini, tetapi tentu saja
anggaran dasar itu merupakan permulaan dari Anggaran Dasar 1228 yang kita
miliki.


Kesucian di dunia
Hampir genap delapan abad, perkumpulan
orang-orang beriman ini telah berusaha menghayati hidup injil di dunia di bawah arahan Ordo Fransiskan
dan seturut anggaran dasar Fransiskus, yang telah disahkan dan disesuaikan oleh
Gereja.            
Karena itu persaudaraan itu adalah:
  1. Satu persaudaraan orang-orang awam (pun klerus diocesan yang menjadi anggota);
  2. Mengusahakan hidup injili di dalam dunia dalam lingkungan hidup orang awam sehari-hari;
  3. Dengan mengikuti suatu anggarasn dasar atau cara hidup;
  4. Dengan pendamping rohani dari cabang-cabang keluarga fransiskan atau orang-orang yang ditunjuk;
  5. Direstui dan diterima oleh Gereja.
    Bagaimanapun, Fransiskus sebagai orang katolik, sungguh-sungguh berusaha untuk memperoleh pengakuan dari Gereja pada saat banyak pembaru dalam iman yang benar atau tidak, berusaha membarui Gereja dengan menggugat struktur yang ada atau
    meninggalkan Gereja sama sekali.
Sungguh suatu ordo
Ordo Fransiskan Sekular dibedakan dari persekutuan awam lainnya dalam Gereja dalam hal
tujuannya yang pertama dan utama yakni berusaha untuk menghayati hidup injili.
Kelompok-kelompok awam lain dibentuk dengan suatu tujuan khas. Sebagai contoh,
“Persaudaraan Ajaran Kristen” dibentuk dengan tujuan untuk memperkokoh ajaran
agama. Sebagai ordo kaum awam, Ordo Fransiskan Sekular menekankan hidup
persaudaraan, tekad pribadi akan kesucian hidup, kerasulan pribadi dan
persaudaraan sebagai cara hidup dalam keadilan sosial dan perdamaian di antara
semua orang.
Pertanyaan untuk direnungkan
  • Apakah tujuan pertama dan utama dari Ordo Fransiskan Sekular?
  • Apa tujuan lain yang harus dipenuhi oleh Ordo Fransiskan Sekular?
Sharing Pribadi:
Tujuan pertama dan utama dari Ordo Fransiskan Sekular adalah berusaha untuk menghayati
hidup injili.
Tujuan lain yang harus dipenuhi oleh Ordo Fransiskan Sekular sebagai ordo kaum awam
adalah menekankan hidup persaudaraan, tekad pribadi akan kesucian hidup,
kerasulan pribadi dan persaudaraan sebagai cara hidup dalam keadilan sosial dan
perdamaian di antara semua orang.
Acuan pada teks kitab suci dan tulisan
Fransiskan

-   Luk 3-4 dan Yoh 1: 19-51: Awal hidup publik Yesus.   
-   M.Bodo, Fransiskus: Perjalanan dan Impian, hlm 11-14.
Penerapan dalam hidup sehari-hari
Apakah panggilan untuk bergabung dengan Ordo Fransiskan Sekular mengubah hidupmu? Disiplin hidup manakah yang diusahakan seseorang agar menjadi anggota Ordo Fransiskan Sekular? Berdoalah setiap hari agar cara hidup Fransiskus memberi daya kepada seluruh hidupmu, sehingga Anda boleh menjadi seorang yang suci di dalam dunia ini.
Doa
Ya, Allah Bapa, kami berterimakasih karena semua orang beriman yang mengikuti
Engkau dalam semangat hidup Fransiskan dari zaman ke zaman. Bukalah hati dan
pikiranku untuk melakukan penjernihan diri, agar aku mengakui bahwa cara hidup
fransiskan merupakan panggilanku demi membangun hidup rohaniku. Amin.

Kutipan dari Anggaran Dasar Ordo
Fransiskan Sekular

1. Di dalam Gereja terdapat banyak keluarga rohani dengan pelbagai karismanya.
Di antara keluarga-keluarga
tersebut termasuklah keluarga fransiskan, yang dalam pelbagai cabangnya
mengakui Santo Fransiskus dari Asisi sebagai Bapa, inspirator dan model.Dengan berbagai cara dan bentuk, tetapi tetap hidup dalam kesatuan dengan yang lain, mereka bertujuan untuk menghadirkan karisma umum Bapak Serafik Fransiskus dalam kehidupan dan misi Gereja.

Mari Berusaha Kaya di Mata Allah



“Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.” (Lukas 12:15).

Majalah Forbes Rabu (23/11/2011) kembali mengumumkan daftar 40 orang terkaya Indonesia tahun 2011 disertai rincian jumlah kekayaannya. Ketika kucoba cermati daftar itu, sontak dalan hatiku bertanya gimana ya rasanya punya kekayaan puluhan sampai ratusan triliun?

Sederet pertanyaan lanjut pun lantas meluncur dari dalam batinku, “Apa kira-kira yang dipikirkan orang-orang terkaya tersebut setiap harinya? Apakah dengan melimpahnya kekayaan itu lantas sirna pula kekhwatiran dalam hidup mereka? Apakah mereka sungguh-sungguh sudah terjamin dan bahagia hidupnya ? Apakah waktu doa makin banyak karena sudah tidak perlu memikirkan kebutuhan hidup sehari-hari?” Rasa-rasanya hanya mereka yang tahu dan bisa menjawabnya.

Daftar orang terkaya versi Majalah Forbes adalah daftar orang terkaya yang diurutkan dengan menghitung jumlah kekayaan berdasarkan nilai asat-aset seluruh perusahaan atau saham-saham yang dimiliki orang-orang tersebut. Semua adalah nilai dari akumulasi kepemilikan harta yang bersifat duniawi atau harta dunia.

Kaya di mata Allah
Memiliki harta berlimpah tentu menyenangkan. Kita bisa menggunakannya sesuai keinginan kita. Kekayaan melimpah ini bisa menjadi berkat tetapi sebaliknya juga bisa menjerat kita. Harta kekayaan duniawi bukanlah satu-satunya jaminan kebahagiaan dan keselamatan hidup.

Banyak kisah orang kaya yang hidupnya justru tidak tenteram. Seperti misalnya yang diceritakan dalam Lukas 12:13-21. Dalam kitab tersebut disebutkan ada seorang kaya yang selalu berorientasi pada harta kekayaanya dan meletakan jaminan keselamatan pada semua kekayaan yang dimilikinya.

Secara singkat dan jelas, melalui cerita tersebut, Yesus ingin mengingatkan dan mengajak kita untuk tidak meletakkan jaminan dan ketenangan hidup kita pada harta duniawi yang kita miliki, sekaligus mengajak kita untuk terus berjuang menjadi kaya di mata Allah.

Sebenarnya memiliki harta duniawi tidaklah salah atau berdosa, apabila harta kekayaan yang kita miliki sekaligus menjadi berkat untuk orang lain. Bukankah pada hakikatnya kita diberkati untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain yang membutuhkan?

Kita diingatkan agar tetap mempertahankan keseimbangan hidup dengan tetap makin cinta dan dekat pada Allah, bila kita diberi berkat harta berlimpah. Jika tidak, kekayaan yang berlimpah bisa menjerumuskan kita. Kita bisa menjadi tamak karena harta kekayaan duniawi. Harta duniawi bisa membutakan mata hati kita, lalu membawa kita lupa pada Tuhan.

Sungguh tragis bila kita kaya harta duniawi tetapi miskin harta rohani. Maka mari kita saling mengingatkan untuk bekerja bukan semata-mata hanya mencari harta duniawi, tetapi sekaligus juga mencari harta rohani untuk jaminan hidup setelah mati. Karena kaya di mata Allah yang dinilai dari kekayaan rohani dan ketaatan kita pada Allah lebih dari segala-galanya dibanding kaya harta duniawi.

Aku bersyukur
Karena itu, saat aku tetap bersyukur walaupun tidak menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia, karena aku diberkati dengan harta kekayaan yang tak ternilai di mataku. Anugerah dalam bentuk kesehatan, anak yang lucu-lucu dan istri cantik yang baik, pasangan hidup yang luar biasa merupakan harta yang luar biasa dari Tuhan.

Aku tidak merasa perlu masuk pada deretan orang terkaya versi majalah Forbes, tetapi aku ingin berusaha masuk dalam deretan daftar nama orang-orang yang kaya di mata Allah dengan menjalankan ajaran-Nya dan terus berjuang agar hidupku menjadi berkat untuk keluarga dan orang-orang lain yang membutuhkan aku.

Sumber: Sesawi.Net

Memantapkan langkah sebagai OFS.

1.Apa itu OFS (Ordo Fransiskan Sakular).

1.Dibandingkan dengan kelompok-kelompok Legio Mariae,ME,Kharismatik dan sebaganya,kelompok OFS nampaknya belum masuk dalam "kamus" umat Katolik Indonesia.Apabila orang mendengar tentang OFS,muncul banyak pertanyaan :"kelompok apa ya? Dimana pusatnya dan apa karya kerasulannya?".Di kalangan fransiskan-fransiskanes sendiripun banyak yang belum tahu tentang OFS;bahkan mungkin juga diantara anggota OFS sendiri masih ada yang belum mengerti dengan baik.Dalam tulisan ini,kita akan mendalami beberapa hal pokok/penting,misalnya : apa hubungan antara menjadi Katolik dengan menjadi anggota OFS ? Apa kekhususan OFS dalam Gereja Katolik,dan hal-hal apa ang patut kita pahami agar menjadi OFS tidak dianggapa sekedar "tambahan" (atau mungkin "pelarian") dalam kehidupan kita sebagai orang/umat Katolik.

2.Untuk menjadi pengikut Kristus,orang dapat menempuh salah satu dari 3 (tiga) jalan berikut : menjadi AWAM yang hidup ditengah masyarakat,menjadi RELIGIUS dengan hidup sebagai BIARAWAN/BIARAWATI,dan menjadi KLERUS,dengan hidup sebagai pejabat/petugas Gereja (=Rohaniwan).emua "jalan" itu menuju kepada satu tujuan yang sama yaitu persatuan dengan ALLAH.Maka semua jalan itu disebut dengan "jalan kesempurnaan" atau "jalan kasih",sebab ALLAH adalah KASIH.Semua jalan itu juga bertolak dari dasar yang sama yakni "rahmat baptisan".
Tetapi biarpun tujuan dan titik tolaknya sama,namun cara dan alat.sarana yang mereka pakai dalam menempuh "jalan" itu berbede-beda.

3.Seorang OFS menempuh jalan sebagai AWAM.Artinya,seorang OFS memelihara dan mengembangkan rahmat baptisanya ditengah dunia,yaitu dalam kehidupan sehari-hari sebagai awam;entah sebagai orang yang berkeluarga,atau sebagai seorang bujang,entah sebagai orangtua atau sebagai seorang anak,dimanapun ia berada dan apapun yang dikerjakannya/dilakukannya.Singkatnya : seorang OFS menempuh "jalan kehidupan",seperti awam-awam lainnya,ditengah masyarakat pada umumnya.

Seorang OFS menempuh "jalan dunia" itudengat semangat dan jiwa khusus,yakni semagat/jiwa yang diajarkan dan dicontohkan oleh Santo Fransiskus dari Asisi,dan bukan dengan semangat/jiwa yang lain.Apa yang diajarkan dan dicontohkan oleh santo Fransiskus dari Asisi itu disebut dengan "jalan FRANSISKAN" atau disebut juga dengan spiritualitas Fransiskan. Didalam "jalan Fransiskan" itu,terdapatlah jiwa,semangat dasar yang harus dihayati/dimiliki oleh kaum OFS ( seperti juga semua pengikut Fransiskus dari Ordo !,!! dan !!! Regular) yakni : "mengikuti jejak Tuhan kita Yesus Kristus yang miskin dan tersalib".Jalan itulah yang ditempuh oleh seorang OFS,dan oleh karana itulah seorang OFS berbeda dari orang AWAM Katolik lainnya (sebab mereka juga mengikuti jejak YESUS) tetapi sekaligus berbeda,karena seorang OFS menekankan segi khusus yaitu "YESUS yang miskin dan tersalib".
 
Sumber : Fx Erwin Tanara