Kamera 1

Senin, 28 Mei 2012

Seorang anak, mempunyai senjata paling ampuh yaitu "menangis".
Seorang anak akan menangis ketika dia tidak mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Dan dengan tangisannya, kita dengan serta merta akan merubah kata "TIDAK" menjadi "YA". Dengan tangisannya, anak kecil itu MEMAKSA kita untuk mendapatkan apa yang dia mau.

Begitu juga dengan relasi kita kepada Allah dalam doa.
Tentu saja kita tidak perlu menangis meraung-raung ketika kita berdoa memohon sesuatu kepada-Nya. Tak perlu kita harus sampai berguling-guling di lantai seperti layaknya seorang anak kecil.
Ketika kita mendapat tekanan dalam hidup, yang harus kita lakukan adalah mendorong beban itu melalui DOA dan HARAPAN kepada belas kasihan ALLAH.
Mendorong dalam bahasa inggeris disebut juga dengan kata "PUSH"
Tapi, dalam relasi kita dengan Allah dalam doa, PUSH ini berarti "Pray Until Something Happen" (berdoalah sampai sesuatu terjadi).
"Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?" (Luk 18:7)

Benar, ALLAH TIDAK AKAN MEMBIARKAN SEBUAH DOA YANG DIDARASKAN DENGAN TETESAN AIR MATA.
AIR MATA TOBAT dan PENYESALAN kita.
Sebuah doa permohonan, jika kita mau mendoakan secara bersungguh-sungguh akan mampu merubah seisi dunia ini.

Non nobis Domine, sed nomini tuo da gloriam!
☧ Servus Dei Et Proximi
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar