Kamera 1

Senin, 16 Januari 2012

BENSIN IMANKU



(Yang saya buat di Jakarta, tanggal 14 November 2005)

Syalom, saudara – saudaraku yang terkasih, yang selalu beriman, dan yang selalu bepengharapan kepada TUHAN JESUS KRISTUS. Salam damai sejahtera di dalam JESUS KRISTUS. Kali ini saya akan membawakan dan membagikan berita kesaksian tentang “ BENSIN IMAN “.

Apa itu "bensin" ? Kita mengenal bensin adalah sebagai bahan bakar untuk kendaraan bermotor. Dan yang paling sering menggunakan bensin adalah sepeda motor. Terbukti banyaknya di jalan – jalan raya dan sampai di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ( SPBU ) yang paling panjang ngantrinya adalah sepeda motor. Orang banyak menggunakan sepeda motor selain efisien juga sebagai salah satu alat transportasi yang mengantar dari satu tempat ke tempat yang lain. Singkat cerita untuk menjalankan sepeda motor itu dibutuhkan salah satunya adalah bensin. Dan dapat saudara bayangkan apabila satu hari saja tidak ada bensin ? Pastilah si pengguna sepeda motor itu bahkan manusia secara umum tidak akan bisa pergi ke mana – mana dan akan mengalami kebingungan. Agar sepeda motor itu tidak kehabisan bensinnya, pastilah si pengguna sepeda motor itu selalu mengecek tangki bensinnya melalui indikator bensin yang ada di dasbord motor tersebut.

Kembali ke masalah bensin. Dalam hidupnya manusia memiliki “ TUJUAN “, baik tujuan hidup menuju kedewasaan, tujuan hidup menuju kemajuan dan kesejahteraan atau tujuan – tujuan yang lain. Agar manusia mencapai tujuan diperlukan berjalan atau usaha. Manusia ingin mencapai tujuan, tetapi kadang – kadang bahan bakarnya habis alias kosong. Sehingga perlu di isi bensin kehidupan. Kita anggap bensin duniawi atau kehidupan itu adalah nasi, karena bensin nasi, sampai siang sudah lapar lagi. Sehingga sebentar – sebentar mesti mengisi bensin nasi lagi. Bukan bensin duniawi itu sebatas bensin nasi saja, masih banyak banyak contoh bensin – duniawi seperti bensin kekayaan, bensin kekuasaan, bensin egoisme atau bensin – bensin lain. Itulah bensin – bensin duniawi yang selalu dikampanyekan, khususnya oleh pemerintah untuk selalu berhemat. Padahal bagi saya dengan mengisi bensin duniawi manusia tidak akan pernah sampai pada tujuan kehidupannya. Artinya manusia selalu merasa tidak terpuaskan. Tetapi oleh bensin duniawi manusia “ SEOLAH – OLAH “ sampai ke tujuannya.

Manusia lebih suka membeli bensin duniawi yang cepat habis. Sebenarnya ada yang bensin, yang tidak akan pernah habis. Yaitu “ BENSIN ILAHI “ atau dengan kata lain adalah “ IMAN “. Karena bensin Ilahi adalah Iman, maka semakin kita gunakan, maka Iman kita juga semakin bertambah. Bukan malah sebaliknya. Dan Iman itu tidak akan pernah habis. Semakin kita beriman kepada ALLAH berarti kita akan melepaskan Iman kita kepada ALLAH. Dan ALLAH akan menghargai keimanan kita dengan kasihnya menambah Iman sebelum Iman kita habis dan berhenti di tengah jalan. Dan itulah mengapa semakin kita sering Beriman kepada ALLAH keimanan kita bertambah dan bertambah terus. Artinya jika kita punya keimanan satu, terus kita gunakan maka bukannya berkurang malah akan bertambah tiga. Dari tiga keimanan yang kita punya, terus kita gunakan akan menjadi sembilan. Bukannya berkurang melainkan akan digandakan oleh TUHAN. Dan kita tidak akan pernah kehabisan “ BENSIN IMAN “ karena semakin sering kita gunakan , maka IMAN kita akan terus dan terus bertumbuh, bertambah dan berkembang.

Untuk itu sebelum perjalanan hidup kita terhenti karena kehabisan bensin duniawi, segerelah menggunakan “ BENSIN ILAHI “, yang sudah di beri oleh ALLAH sendiri. Dengan cara selalu Bersekutu dan BERDOA MEMOHON KEPADANYA, Beribadah dengan TUHAN, Membaca Firman Tuhan, serta agar menjadi sempurna yaitu menjalankan FIRMAN TUHAN dalam kehidupanmu sehari – hari dengan baik dan benar. Kita tidak usah perlu untuk membelinya alias “ GRATIS “, karena ALLAH memberinya dengan cuma – cuma. Kita hanya perlu menggunakan dan memakainya. ALLAH akan sungguh senang ketika kita menggunakan : Bensin Iman, Keyakinan pada ALLAH dan ALLAH akan menambah dan terus menambah sampai lumbungmu penuh.

Sebagai kalimat penutup, saudara saya ajak untuk membuka salah satu ayat yang saya ambil dari Kitab IBRANI 4 : 2 , yang demikian bunyinya :

“ Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama – sama oleh iman dengan mereka yang medengarnya “.

Demikian renungan Firman Tuhan yang saya angkat dan bagikan untuk kita semua yang di jadikan pelajaran Iman kita. Dan saya berharap supaya Bensin Iman kita, terus dan terus dan terus bertambah banyak.

Tuhan memberkati pelayanan kita bersama.

*ː̗̀º†̬̩̊ºː̖́* O:)ÄmΐΐΐnO:) *ː̗̀º†̬̩̊ºː̖́*•

Tidak ada komentar:

Posting Komentar