Kamera 1

Selasa, 17 Januari 2012

KISAH GAMBAR YESUS


GAMBAR YESUS


Ketika saya sedang berziarah ke-Tanah Suci pada pertengahan bulan Oktober 1992, saya banyak memotret dengan kamera instamatik 110.
  Ketika saya pulang dan sesudah foto-foto itu dicuci dan dicetak, saya melihat foto Yesus ini diantara foto-foto lain. Mula-mula saya mengira bahwa pelayan toko keliru memberikan foto-foto orang lain kepada saya. Saya berkata kepada suami saya bahwa saya tidak merasa memotret gambar seperti itu. Saya juga tidak ingat bahwa saya pernah melihat gambar seperti itu. Kami berdua meneliti klisenya dan ternyata gambar itu memang ada dalam klise foto-fato saya.
  Saya bingung sekali, terutama karena saya tidak ingat dimana saya telah memotret gambar itu. Karena itu, saya menunjukkannya kepada pastor yang memimpin rombongan kami. Pastor itu berkata bahwa beliau sudah pergi ke Tanah Suci berkali-kali; tetapi tidak pernah melihat gambar itu di sana.       
  Kemudian gambar itu saya tunjukkan kepada seorang pastor di daerah kami yang belajar dan menjelajahi Tanah Suci. Ia juga berkata bahwa ia tidak pernah melihat gambar seperti itu.
  Kemudian agen tour yang mengadakan perjalanan itu membawa gambar tersebut ke-New York. Mereka menunjukkannya kepada orang-­orang yang mempelajari lukisan dan lukisan dinding. Mereka juga menyatakan bahwa gambar itu tidak ada di Tanah Suci.
  Setelah melihat foto itu, saya kembali mengunjungi Tanah Suci sebanyak tiga kali. Setiap tahun saya mencari dan bertanya kepada siapa saja tentang gambar itu, dimana saya dapat mendapatkannya, tetapi tidak ada orang yang tahu.
  Kisah foto itu mulai tersiar ketika beberapa teman saya tahu bahwa saya mencari, tetapi tidak mendapatkan jawabannya.
  Suami saya dan saya sendiri merasakan keindahan foto itu dan kami ingin supaya orang lain ikut menikmati keindahannya, karena kami adalah Fransiskan Awam dalam pelayanan kami. Kami mulai mencetaknya. membagikannya dan banyak hal terjadi, meskipun kami tidak menceritakan latar belakang kisah foto tersebut.
  Saya enggan menceritakan kisahnya karena saya ingin agar foto itu diselidiki dengan lebih teliti. Bagi saya sendiri, hal ini membuat saya resah, terutama karena saya tidak ingat bahwa saya pernah memotret gambar seperti itu. Saya benar-benar tidak ingat, tetapi bagaimana mungkin orang dapat lupa kalau ia pernah memotret suatu gambar yang begitu indah.
  Foto ini sekarang sudah beredar di seluruh dunia dan Amerika Serikat. Saya berharap agar orang tidak ingin tahu atau tertarik pada asal usul foto itu, tetapi hanya melihat keindahan dan keagungan Kristus. Ia adalah  pancaran kasih, seperti yang terlihat dalam foto ini.
Keinginan kami ialah membawa Kristus kepada setiap orang melalui foto ini. Dan seperti yang anda lihat sendiri, kisah di balik foto ini tidak begitu penting.
            Saya tidak menyebut kisahnya sebagai suatu mukjizat, seperti yang dikatakan oleh beberapa orang yang saya tahu ialah bahwa foto ini telah membawa damai sejahtera kepada banyak orang meskipun mereka tidak tahu apa-apa tentang foto ini. Dan saya bersyukur kepada Allah karenanya.
 
Siapa yang memotret atau bagaimana terjadinya tidaklah penting. Yang penting ialah wajah Kristus.




  Syalom dalam Kristus.         


          Jackie Haas


 ========================================================

Saya menjadi pastor Agustin sejak bulan April 1946 dan sekarang saya  sudah berumur 68 tahun. Pada bulan Oktober 1987 saya menerima sebuah foto Tuhan kita Yesus Kristus sebagai hadiah. Ketika saya mengenali-Nya, saya segera menyembah Dia dalam adorasi.  
  Pada Minggu kedua bulan Februari 1489, seorang pemotret mengenali wajah Tuhan dalam foto itu dan mulai memotretnya. Lalu saya memberitahukan kepadanya bahwa ia boleh membawa foto ia, ke studionya karena di sana ia dapat bekerja dengan enak dan tenang. Nama pemotret im Luis Miyar dan studionya terletak di Rua, 2nd St. Orido, Asturia, Spanyol. Ketika ia sudah selesai mengerjakannya, kami mulai mengadakan sebuah kelompok doa di rumahnya. Kelompok doa ini serupa dengan kelompok doa Padre Pio dari Pietrelcina. Luis telah membuat beberapa foto Tuhan dan meletakkannya di atas meja di ruangan yang sama, yaitu tempat kelompok doa itu diadakan. Kami semua menyenangi dekorasinya. Kami mulai berdoa Rosario ketika kami tahu bahwa Tuhan berbicara melatui Jose Ramon. Tuhan mengirim pesan kepada tiga orang dalam ruangan itu, yaitu : Juana Mari (isteri Luis), Covi yang berumur 7 tahun (anak perempuan Luis) dan Luis sendiri. Saya merekam semua yang dikatakan Tuhan. Melalui Jose Ramon saya bertanya kepada Tuhan, Tuhan, dapatkah Tuhan menjelaskan beberapa hal tentang foto yang dibesarkan oleh Luis dari foto yang saya terima sebagai hadiah ?” Tuhan menjawab. “Anak-anakKu, foto itu adalah gambar wajahKu yang sesungguhnya. Hormatilah setiap hari. Aku akan memberikan rahmat khusus kepadamu sama seperti Aku memberikan rahmat kepada orang yang menciptakan gambar aslinya. Ketika foto ini diambil Aku hadir." Kelompok dua ini diadakan di­ San Sebastian Garabandal, Spanyol.
  Lebih banyak lagi foto Tuhan kita dibuat dan dibagikan kepada pastor monsinyur dan kelompok doa. Mereka semua kagumi dan jatuh cinta kcepada foto Tuhan.
  Pada tanggal 19 Desember 1989 pada waktu salah satu penampakan Perawan Maria di gereja Guijon. Asturia. Spanyol, Bunda Maria ditanya tentang berbagai hal umum dan khusus seperti biasanya pada hari Selasa. Pertanyaan-pertanyaan ini ditanyakan melalui Maria del Rosario Frechoso yang tinggal di-Duque de Rivas 8th St. 3rd Asjuga dari Guijon. Asturias. Spanyol. Bunda Maria berkata melalui Maria del Rosario. “Anak-anakku yang terkasih, aku berhadap bahwa engkau mempunyai uang yang cukup untuk mencetak foto puteraku dalam jumlah yang banyak, kerena banyak anak-anakku yang ingin memiliknya, tetapi belum dapat.” kemudian saya meminta Bunda Maria untuk mendiktekan kata-kata yang dapat dicetak di atas foto puteranya. Bunda Maria menjawab melalui Maria del Rosario. “Di atas, foto yang kecil tulislah: :Hadiah dari Tuhan supaya semua orang mengenal wajahNya dan kasih yang besar  yang dinyatakan melalui gambarNya.” Di atas foto yang lebih besar, tulislah: "Yesus Juru Selamat kita."
  Beberapa kali Tuhan membuat pernyataan tentang foto-foto itu dan tentang mukjizat yang dibuatNya, tentang bagaimana kita akan menyaksikan Dia keluar dari gambar itu sendiri dan dari Ekaristi Kudus ketika la kembali dengan penuh kemenangan. la berkata bahwa la hidup dalam setiap foto itu. Ia berkata agar kita banyak berdoa di depan fotoNya. MataNya akan selalu melihat segala yang baik dan yang buruk yang kita lakukan. Ia berkata bahwa kita tidak boleh meletakkan fotoNya dalam pigura kaca atau melaminatingnya karena itu akan merusakkan fotoNya, meskipun kehadiranNya dalam foto itu akan mencegah rusaknya foto tersebut. Ia juga berkata agar kita tidak membagikan fotoNya seperti membagikan permen, tetapi memberikannya kepada orang yang sungguh-sungguh menginginkannya dan menerimanya dengan penuh hormat dan iman. Kami menyadari bahwa ada banyak mukjizat yang dapat dilakutan Yesus dalam foto ini dan kami menyembah Dia; kami menaruh kepercayaan, iman dan kasih kami kepadaNya. Ia meminta kepada kami untuk menerbitkan sebuah buku kecil dengan sebuah litani yang menghormati gambarNya dan sekarang ini buku kecil itu sedang dalam tahap penyelesaian.
            la juga meminta agar saya berdoa setiap malam antara pukul 12 dan 12.15 dan agar saya memberkati air, seperti yang digunakan di gereja-gereja. Ia menganjurkan agar kita tidak hanya menggunakannya sebagai air suci saja, tetapi juga sebagai air minum dan untuk memberkati makanan kita sehari-hari kalau makanan tinggal sedikit dan menggunakan air suci ini untuk memberkati Rosario,
perangko, medali, patung, rumah dan setiap orang yang akan diberkatiNya. BerkatNya dan berkat saya akan ada pada setiap rumah tangga, tidak perduli betapapun buruknya situasi yang dihadapi. Karena itu, Ia menganjurkan agar kita berdoa setiap malam pada jam yang Sama.
  Tentang asal usul foto itu, saya sendiri tidak mendapat penjelasan yang lebih baik dan karena ada beberapa hal yang saya dengar, saya dapat menjelaskannya seperti ini: Sepasang suami isteri orang Amerika pergi ke­ Tanah Suci untuk berziarah beberapa tahun yang lalu. Pada waktu berada di sana, mereka banyak memotret. Setelah klise-klise itu dicuci dan dicetak, mereka melihat foto Tuhan Yesus Kristus. Karena mereka tahu persis bahwa mereka tidak memotret orang, gambar atau patung seperti yang ada dalam foto itu, mereka mengira bahwa foto-foto mereka tertukar dengan foto-foto orang lain. Lalu mereka mengembalikanya ke tempat cuci cetak foto. Setelah diperiksa, ternyata klisenya terletak di antara dua klise yang memang dipotret oleh mereka.
  Suatu kali saya bertanya kepada Tuhan tentang penjelasan seperti itu dan Tuhan berkata penjelasan itu memuaskan. Namun, masih ada pertentangan seperti yang dijelaskan dalam surat kepada Bapak dan Ibu Fransisco Canaiejo. Akhirnya saya mengambil kesimpulan bahwa yang penting bagi yang Mahatinggi adalah kebenaran. Kebenaran itu ialah karunia yang hebat yang membuat kita  menjadi manusia. Caranva tidak penting dan tidak berarti serta tidak, selalu sama dalam hal-hal yang membahagiakan dan sulit dipercaya seperti itu.
  Yang Mahatinggi akan memberkati kita dengan cara yang sama seperti la memberkati sepasang suami isteri yang telah menghasilkan foto Tuhan yang indah itu. Saya sangat bersyukur karena telah diberi kesempatan oleh Tuhan dan Bunda Maria untuk menghormati Tuhan dalam gambarNya. Suatu kali Bunda Maria meminta agar foto itu dikirimkan kepada “Salah satu PuteraNya di Woytila”. Sri Paus kemudian mengucapkan terima kasih  dan berbahagia sekali karena telah mendapat kehormatan untuk menerima karunia yang indah seperti itu.
            Saya juga pernah mengeluh kepada Tuhan karena sedikit sekali orang yang telah menerima foto itu dan memandangnya penting. Karena itu, Tuhan meminta agar dua tumpuk foto dikirimkan kepada suster-suster Karmel di San Jose dan satu tumpuk yang lain kepada suster-suster Inkamasi di Avila. Tuhan berkata agar jumlah foto yang dikirimkan tidak dihitung terlebih dulu, namun jumlahnya akan pas penis dengan jumlah suster-suster di kedua biara itu. Ternyata apa yang dikatakan Tuhan itu benar. Ini diketahui dari surat pernyataan terima kasih yang dikirimkan oleh suster-­suster dari kedua biara itu. Mereka heran bahwa jumlah foto yang dikirimkan persis sama dengan jumlah suster yang ada di sana. Biara di Avila meminta 13 foto lagi karena akan ada 13 suster baru
yang akan masuk biara itu.  Tuhan menyuruh saya memberitahu suster-suster di-Orito di-Monortr del Cld, Alicante, Spanyol bahwa mereka harus berdoa dan menghormati Dia dalam Sakramen Mahakudus yang ditakhtakan di Altar pada siang hari. Sekarang ini hanya tempat itulah yang diakui Gereja sebagai tempat hadirat Tuhan.          Namun, karena hadiratNya ada dalam fotoNya, pada saat-saat  mereka tidak dapat meninggalkan ruangan mereka, mereka dapat berdoa  kepadaNya melalui fotoNya.

“Aku hidup di sana, hadiratKu ada di sana”
  Keindahan hadirat Tuhan dalam foto ini tidak dapat saya lukiskan dengan kata-kata. Saya berharap bahwa surat ini akan dapat dibaca juga oleh sepasang suami isteri tersebut.
Salam hangat dan berkat,
Pastor Jose Aleson


 ========================================================
 
Pesan kepada Denise Morgan dari Woodland, California
Sabtu, 24 Oktober 1992, saya baru menerima foto Yesus melalui pos.
Yesus berkata
Terima kasih, anakKu. DamaiKu menyertai engkau. FotoKu yang baru kau terima bukanlah sesuatu yang baru. Aku berharap agar foto ini disebarkan ke seluruh dunia. Bawalah foto ini ketika engkau harus berkhotbah. Besarkanlah dan letakkanlah di tempat yang dapat dilihat orang. Cetaklah foto-foto kecil dan bagikanlah: Aku akan memberikan uangnya pada waktu engkau harus membayarnya. Mintalah sumbangan untuk membuat lebih ! banyak lagi. Engkau akan selalu mempunyai foto yang cukup untuk dibagikan  kepada orang yang menginginkannya.
UmatKu akan mengalami hadiratKu dalam foto ini. Hormatilah, sediakanlah waktu untuk berdoa di hadapan fotoKu. Hadirat EkaratiKu ada, nyata dan hidup dalam foto ini. Hormatilah foto ini di rumahmu seperti engkau menghormati Sakramen Mahakudus. Akulah Tuhanmu, yang sangat mengasihi engkau dan merindukan balasan kasihmu.
Aku akan memberikan berkat yang besar kepada semua orang yang menghonnati fotoKu. Setiap tempat yang menyimpan dan menghormatiNya akan memperoleh rahmatKu yang berlimpah dan perlindunganKu sebagai Putera Allah pada masa pemurnian. Aku besertamu. Sungguh.
AnakKu, perbanyaklah surat yang kau terima dan pesan yang baru saja Kusampaikan kepadamu dan bagikanlah fotoKu dan sebarkanlah kepada segala bangsa. Aku rindu berada di antara umatKu. Aku mengasihi engkau semua.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar